Mesin PSI Tana Toraja Bergerak Bidik Potensi Bangun Politik Tanpa Jarak


Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKALE , – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPC Tana Toraja kini tengah memanaskan mesin partainya dengan pola bidik potensi dengan pendekatan yang lebih humanis berbasis wilayah.



Ketua DPC PSI Tana Toraja, Wandy Setyanigara, menegaskan bahwa politik bagi PSI bukan lagi soal panggung besar di pusat kota, melainkan tentang bagaimana hadir di tengah-tengah keluarga terpencil , petani, dan anak muda di setiap wilayah.

Super terbuka partai berlambang Gajah ini siap bekerja solid hadapi partai penguasa di Tana Toraja.

Wandy Setyanigara secara intensif menginstruksikan seluruh jajaran pengurus untuk turun langsung, memetakan potensi lokal, dan merangkul tokoh-tokoh segar yang memiliki integritas namun selama ini tersembunyi dari panggung politik formal.

“Kita tidak sedang mencari politisi lama yang hanya muncul lima tahun sekali. Kami mencari sosok-sosok yang punya kemampuan, yang punya kepedulian nyata terhadap wilayahnya, dan berani untuk berbicara demi kepentingan rakyat,” ujar Wandy kepada media ini , ahir pekan lalu.

Strategi rangkul potensi berbasis wilayah ini menjadi kunci. PSI menyadari bahwa setiap kecamatan di Tana Toraja memiliki karakteristik dan kebutuhan yang unik.

Dengan pendekatan ini , PSI ingin memastikan bahwa kebijakan yang diperjuangkan nantinya benar-benar lahir dari rahim aspirasi lokal.

Bidik potensi generasi muda dan kaum milineal iadi incarannya untuk motor mesin perubahan. Merajut jaringan berbasis digital jadi kekuatan dan harapan.

Di tangan mereka, Tana Toraja diharapkan mampu bertransformasi tanpa kehilangan jati diri budayanya.

PSI Tana Toraja kini aktif membuka ruang dialog bagi para pemuda kreatif, aktivis kampus, hingga wirausahawan sosial.

“Anak muda bukan lagi sekadar pelengkap atau pengumpul massa . Mereka adalah otak di balik perubahan. Kami memberi ruang seluas-luasnya bagi figur segar, anak muda yang punya peluang dan kemampuan, untuk berani memimpin di rumah sendiri,” tambah Wandy dengan nada optimis.

Politik Tanpa Jarak ia akan gaungkan dengan pola dan strategis khusus. Gerakan ini menandakan pergeseran gaya berpolitik di Tana Toraja. PSI ingin menghapus sekat antara elite partai dan masyarakat kecil. Dengan semangat politik kemanusiaan, setiap pengurus diwajibkan menjadi pendengar yang baik bagi keluhan-keluhan warga, mulai dari isu infrastruktur pertanian hingga akses pendidikan bagi anak-anak di desa terpencil.

Langkah Wandy Setyanigara ini bukan sekadar strategi pemenangan, melainkan upaya untuk mengembalikan marwah politik sebagai alat pelayanan. Mesin PSI telah bergerak, dan disetiap putarannya, ada harapan baru yang tengah ditenun untuk masa depan Tana Toraja yang lebih cerah dan berkeadilan.

(* / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses