MEDIANTANEWS
MAKALE, – Peta politik di Bumi Lakipadada, Tana Toraja, tampaknya mulai mengalami pergeseran signifikan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini dikenal sebagai partainya anak muda, kini bertransformasi menjadi magnet baru bagi berbagai kalangan tokoh berpengaruh di Tana Toraja.
Manuver politik yang gencar dilakukan DPD PSI Tana Toraja belakangan ini sukses menarik perhatian berbagai kalangan dari berbagai latar belakang.
Tak tanggung-tanggung, sejumlah politisi lintas partai, pejabat daerah, hingga para Kepala Lembang ( sebutan Kades di Toraja, red ) mulai secara terang-terangan menyatakan ketertarikannya untuk merapat ke partai berlambang Gajah ini.
” PSI ini partai super terbuka, pola merangkul menjadi daya tarik baru, sudah beberapa yang kalangan penting yang bakal bergabung, termasuk dari kalangan akademisi, kalangan generasi muda apalagi,” kata Wandy Setyanigara Ketua PSI Tana Toraja, Selasa 3 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Mediantanews fenomena ini dipicu oleh keterbukaan PSI dalam merangkul gagasan baru dan gaya komunikasi politik yang dianggap lebih luwes. Beberapa pejabat aktif, termasuk mereka yang sedang bersiap memasuki masa purnabakti (pensiun), secara terbuka menyatakan siap berjuang bersama PSI.
“Kami melihat ada semangat baru di PSI. Bukan hanya soal anak muda, tapi soal bagaimana membangun daerah dengan cara-cara yang lebih terbuka, merangkul dan progresif,” ujar salah satu tokoh yang meminta identitasnya disimpan sementara sebelum deklarasi resmi untuk gabung.
Tak hanya pejabat dari lingkungan internal Kabupaten Tana Toraja, minat juga datang dari pejabat luar daerah yang memiliki basis massa kuat di Tana Toraja.
Mereka melihat PSI sebagai kendaraan politik yang tepat untuk melanjutkan pengabdian setelah melepas status ASN untuk purnabakti.
Di tingkat akar rumput, pengaruh PSI pun semakin menggurita. Sejumlah Kepala Lembang menyatakan niatnya untuk bergabung karena merasa visi pembangunan desa yang diusung PSI sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi partai-partai mapan lainnya. Bergabung para tokoh dan potenai lainnya jadi terbuka dan peluangnya untuk bertarung di pileg khususnya jadi sama.
Ketertarikan juga datang dari barisan politisi partai lain. Beberapa nama yang selama ini sudah memiliki nama besar di kancah perpolitikan lokal dikabarkan siap “menyeberang” dan mengganti jaket politik mereka menjadi warna merah khas PSI.
Menanggapi fenomena ini, pengamat politik lokal menilai bahwa efek domino ini bisa mengubah konstelasi kursi di DPRD pada pemilu mendatang jika PSI mampu mengelola momentum ini dengan manajemen kaderisasi yang baik.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran pengurus DPD PSI Tana Toraja terus melakukan komunikasi intensif dengan para tokoh tersebut. Publik kini menanti, siapa saja nama-nama besar yang nantinya akan benar-benar diumumkan secara resmi sebagai bagian dari keluarga besar PSI Tana Toraja.
( * / fred )














