iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta

‘ Kado’ Hardiknas, Tangan Dingin Bunda PAUD dan Komitmen Bupati Zadrak: Menenun Masa Depan PAUD




Bagikan:

MEDIANTANEWS

Momentum Hardiknas di Tana Toraja, jadi perayaan istimewa. Kado HUT dari pemkab dan bunda PAUD jadi harapan dan kekuatan, stimulan serta Penegerian Sekolah PAUD jadi ‘Kado HUT’, berikut ulasannya,




Fred Suselisu ; Jurnalis MEDIANTANEWS.

MAKALE, – Di balik keceriaan tawa anak-anak usia dini di Tana Toraja, ada sosok-sosok pejuang yang kerap terlupakan: para guru PAUD. Menyadari bahwa kualitas tunas bangsa bermula dari kualitas pendidiknya, Bunda PAUD Tana Toraja, Dr. Erni Yetti Riman, S.KM., terus konsisten bergerak nyata, bukan sekadar kata.

Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Pemerintah Kabupaten Tana Toraja di Lapangan To’ Bo’ Bone, Kelurahan Rante, Senin 4 Mei 2026 , menjadi bukti cinta itu. Di tengah khidmatnya upacara, sejumlah guru PAUD melangkah maju dengan mata berbinar. Mereka menerima stimulan bantuan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ini bukan sekadar seremonial belaka. Tahun 2026 menjadi tahun kedua program ini bergulir secara berturut-turut setelah dimulai pada 2025 lalu. Sebuah langkah konkret yang membuktikan bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik di Tana Toraja adalah prioritas, bukan pilihan.

Dr. Erni Yetti Riman, yang juga menjabat sebagai Ketua HIMPAUDI Tana Toraja, menegaskan bahwa bantuan dana ini adalah bentuk empati sekaligus strategi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar.

“Bantuan dana stimulan ini kita harapkan bisa meringankan beban biaya pendidikan para guru yang sedang berjuang menempuh jenjang sarjana. Jika gurunya kompeten dan berwawasan luas, maka kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak kita akan meningkat dengan sendirinya,” ujar Dr. Erni dengan nada penuh semangat di sela-sela upacara.

Bagi Dr Erni, guru PAUD adalah peletak fondasi karakter. Namun, ia menyadari banyak dari mereka yang memiliki keterbatasan finansial untuk menggapai gelar akademik. Melalui dorongan HIMPAUDI, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja secara konsisten menggelontorkan anggaran ini melalui penetapan SK resmi.

Tak hanya soal kesejahteraan guru, momentum Hardiknas kali ini juga membawa kado dan kabar gembira bagi infrastruktur pendidikan. Pemkab Tana Toraja secara resmi menetapkan 11 satuan PAUD swasta dialihkan statusnya menjadi sekolah negeri.

Sekolah-sekolah ini tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Kecamatan Makale, Makale Selatan, Rembon, hingga Gandang Batu Sillanan.

Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg dalam konteks pelayanan—menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah.

“Penegerian ini adalah langkah dan kekuatan baru bagi kita dalam penanganan serta pengelolaan kualitas layanan pendidikan usia dini secara merata di seluruh wilayah Tana Toraja,” tegas Bupati Zadrak.

Menurutnya, dengan perubahan status menjadi negeri, pemerintah memiliki kontrol lebih besar dalam memastikan standar pelayanan dan fasilitas yang diterima anak-anak di pelosok kecamatan sama baiknya dengan yang ada di pusat kota.

Dr. Erni menambahkan pesan menyentuh bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut agar terus mengembangkan kompetensi seiring dengan dukungan fasilitas dari pemerintah. Ia berharap sinergi antara bantuan pendidikan dan penguatan status sekolah ini dapat terus berkesinambungan.

Melalui beasiswa dan penegerian sekolah ini, Tana Toraja tidak hanya sedang membangun gedung atau memberikan dana, tapi sedang menyemai harapan agar pendidikan di Bumi Lakipadada kian berkualitas, bermartabat, dan menyentuh semua lapisan masyarakat.

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses