Komitmen Tanpa Batas Saltima Ripi ‘Turun Gunung’ Dukung Pembentukan DOB Luwu Raya – Toraja


Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKALE, – Gelombang dukungan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya terus mengalir deras. Dukungan tokoh , totalitas dan komitmen tanpa batas mulai ditunjukkan. Tak sekedar dukungan, wacana nama pun sekalian mulai disodorkan



Kali ini, semangat persatuan datang dari kalangan tokoh masyarakat Toraja yang menetap di wilayah Luwu Raya maupun dari luar terus menyatakan dukungannya.

Salah satu tokoh perempuan berpengaruh , pengusaha , lahir besar di Luwu Utara dan kini berkipra di Jakarta, Ketua PMTI Kota Bogor , dia adalah Saltima Ripi Tangjong, secara terbuka menyatakan dukungannya dan menyatakan siap ‘ turun gunung’ demi mengawal aspirasi pemekaran wilayah yang sudah lama dinantikan masyarakat tersebut.

Simbol persatuan untuk sebuah kekuatan perjuangan dia tunjukkan. Dia dengan gamblang malah mengusulkan nama meski sebatas untuk dipertimbangkan yakni provinsi Luwu – Toraja.

Dukungan dari Saltima dinilai sebagai angin segar sekaligus simbol kuat menyatunya wilayah Toraja dengan Luwu Raya.

Sebagai sosok yang memiliki akar kuat di komunitas Toraja namun telah lama berkiprah dan membangun jejaring di luR , kehadirannya mempertegas bahwa perjuangan DOB Luwu Raya adalah kepentingan bersama seluruh warga lintas suku khususnya Toraja dan Luwu Raya

” Pemekaran Luwu Raya menjadi sebuah provinsi bukan sekadar mimpi politik ini komitmen bersama harus dibangun , melainkan kebutuhan mendesak untuk percepatan pembangunan dan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, saya ini orang Toraja yang besar dan lahir di Luwu Utara, saya tahu jika Toraja dal Luwu satu tak ada perbedaan, tidak bisa dipisahkan, , ssya usulkan nama provinsi Luwu – Toraja , ” ujar Saltima Jumat 6 Pebruari 2026

Saltima menekankan beberapa poin krusial mengapa tokoh-tokoh Toraja di Luwu Raya harus satu suara dalam mendukung langkah ini. Salahsatunya adalah dukungan dan komitmen bersama.

Pemerataan Infrastruktur, wilayah Luwu Raya ,Toraja Utara dan Tana Toraja yang sangat luas membutuhkan manajemen pemerintahan yang lebih ramping agar pembangunan infrastruktur di pelosok bisa lebih fokus.

Perjuangan ini untuk Kesejahteraan bersama kata Saltima , deengan status provinsi, alokasi anggaran pusat akan langsung mengalir ke DOB ini, yang berdampak pada peningkatan ekonomi warga, termasuk warga Toraja yang menjadi bagian integral dari ekonomi Luwu.

Tak hanya itu menurutnya harmonisasi sosial perjuangan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat adat Luwu dan warga Toraja, menciptakan harmoni yang kokoh di provinsi yang baru ini nantinya.

Langkah ‘turun gunung’ Saltima Ripi’ ini diprediksi akan menggerakkan kemampuannya secara signifikan. Ia menyatakan komitmennya untuk melakukan sosialisasi masif ke akar rumput agar pemahaman mengenai manfaat DOB Luwu Raya – Toraja sampai ke pelosok desa.

” Kami tidak hanya mendukung dengan kata-kata, tapi kami akan bergerak. Ini adalah soal masa depan anak cucu kita di tanah ini. Kita ingin melihat daerah tanah leluhur kita mandiri dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Dukungan dari tokoh-tokoh seperti Saltima Ripi diharapkan menjadi pendorong bagi pemerintah pusat untuk segera mencabut moratorium pemekaran wilayah, khususnya bagi daerah secara strategis dan administratif dengan potensi sumber daya alam sudah sangat layak menjadi provinsi dan daerah mandiri.

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses