Berita  

Hasil Selter Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama , Pansel ‘Masuk Angin’ ?


Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKALE, – Hasil Seleksi Terbuka ( Selter ) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ( JPT ) Pemkab Tana Toraja baru diumumkan 7 Januari 2026 . Padahal jadwal pengumuman seleksi mestinya hasil sudah diumumkan 29 Desember 2025 lalu. Betulkah Pansel ( Panitia Seleksi masuk angin alias terimah pesanan pejabat.



Tak jelas apa musababnya . Sontak publik jadi bertanya- tanya. Jangan- jangan waktu jedah itu dari jadwal itu dimanfaatkan pihak tertentu melakukan intervensi, titip nama hingga atur nilai peserta. Pengisian jabatan setingkat eselon dua lingkup Pemkab Tana Toraja hasilnya sudah diserahkan pansel ke bupati.

Kesan pansel masuk angin dari berbagai tekanan lantaran adanya runmors adanya nama titipan makin kuat. Tiga nama nominasi yang akan dipilih dan ditentukan bupati tanpa disertai nilai makin menimbulkan juga timbulkan tanda tanya. Pansel menampiknya jika semua itu tidak ada, hasilnya sudah sesuai mekanisme.

Delapan OPD yang akan diisi melalui mekanisme lelang terbuka itu menurut Dr. Jufri Rahman selaku ketua pansel sudah melalui proses dan mekanisme sesuai ketentuannya.

” Tidak ada ketentuan bahwa nilai hasil harus diumumkan ke publik, nilai hanya diajukan pansel ke bupati selaku pejabat pembina kepegawaian, tiga nama diumumkan sesuai urutan abjad, soal jadwal boleh saja bergeser karenacdisesuai progres tahapan , siapapun yang terpilih dari salahsatu nama tiga besar itu adalah hak prerogatif bupati selaku PPK dan pengguna atau end user, ” jelas Dr. Jufri yang juga sekda Provensi Sulsel, Kamis 8 Januari 2026 via sambungan WA miliknya.

Meski begitu, publik tetap mempertanyakan alasan itu meski bukan hal yang wajib terkait nilai para peserta selter untuk ditayanfkan di pengumuman nama tiga besar tersebut.

Karena selain jadi makin transparan dan terbuka kemampuan peserta juga sekaligus menjadi pertanggungjawaban publik jika memang seleksi tersebut mengedepankan kemampuan.

Hasil pansel itu jadi ramai dipergunjingkan di sejumlah ruang publik dan grup media sosial Toraja.

Sejumlah tokoh publik mantan pejabat mempertanyakan dan menghendaki hasilnya diumumkan dengan mencantumkan nilai. Nasi sudah jadi bubur, pengumuman tiga besar nama sudah keluar tanpa nilai, harapannya semoga bisa ditentukan oleh bupati se objektif mungkin.

Delapan OPD yang pimpinan dalam tahap selter ini tinggal menunggu keputusan bupati dan juga pertimbangan teknis lainnya. Salahsatunya dari BKN RI.

Bagi banyak kalangan, termasuk mantan Sekda Tana Toraja Dr Semuel T Bura berharap hasilnya lebih objektif dan tranpsran .

” Kita patut dan tetap hargai hasil pansel, memang jika ingin menunjukkan hasil yang profesional jauh dari anggapan adanya tekanan serta hasilnya lebih tranparan meski ini soal yang tidak wajib, tiga besar nama hasil selter nilai dicantumkan, ini akan memperkuat hasilnya akan diterimah semua pihak, meski soal ini adalah wewenang mutlak bupati, ” kata Semuel.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Ferdy Mangasi Andllolo. Menghindari berbagai tudingan memang aebaiknya nilai daripada bama tiga besar hasil selter dicantumkan. Sepakat dengan mantan Sekda Tana Toraja, Puang Ferdy berharap bupati hindari tekanan dan minta penetapannya lebih objektif dan mempertimbangkan kemampuan dan profesionalitas.

” Kalau begini hanya ditampilkan berdasarkan abjad , berikut jadwal tak lagi seturut dengan tahapan , wajar saja ada yang mempertanyakan, tapi kalai ada nilai , kecurigaan apalagi yang akan muncul, tinggal bupati selaku pemegang hak lakukan dengan sebaik mungkin , hindari tekanan dan hasilnya profesional, ” pungkas Ferdy yang juga dikenal sebagai parengnge Tongkonan Mangasi.

( tim / redaksi )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses