iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta

Selamat Datang ‘ The New KONI’ Tana Toraja, Wajah Olah Raga yang Merdeka dari Kepentingan




Bagikan:

MEDIANTANEWS

Special Reporting




Jelang Musyawarah Olahraga Kabupaten ( Musorkab ) KONI Tana Toraja ada banyak harapan bahkan tak sedikit juga kecemasan dan sorotan bakal jadi agendanya, lalu apa dan bagaimana KONI kini sebelum yang akan datang, berikut ulasan dari rangkuman wawancara Daniel Bemba ketua KONI Tana Toraja periode 2019 – 2023.

Frederich Suselisu : News Room MEDIANTANEWS

Periodenya bakal segera berahir, Bemba demikian ia disapa, 20 tahun terahir , aktifis penggiat anti korupsi ini mendermakan dirinya jadi pengurus KONI, tahu persis didalam dan keluar KONI berkiblat blak – blakan apa yang sesunguhnya menerpa perkembangan prestasi dan reputasi olah raga 10 tahun terahir di Tana Toraja. Sehingga berdampak kembang – kempesnya olah raga di Tana Toraja.

Kesimpulan sementaranya adalah cabor jalan sendiri, pemerintah daerah bergerak sendiri KONI pun berpikir sendiri jauh dari hakekat dan satu titik temu dalam kemajuan prestasi. Musababnya olah raga terseret masuk arus dan pusaran kepentingan. KONI jadi etalase duduk orang dekat penguasa bukan karena kemampuan dan bidangnya . Anggaran dari APBD jadi terhambat karena tergantung suhu dan kebijakan politik bupati.

” Itu karena terseret arus kepentingan , jadinya ada sekat diantara pemangku dan dan pelaku olahraga, ini tidak boleh terjadi lagi, kedepan KONI yang baru harus merdeka dari kepentingan bersama sthokeholdernya, ” katanya, Selasa 10 Oktober.

Keinginan para pemerhati insan olah raga dari kalangan orang muda untuk menakhodai KONI kedepan kata dia iru jadi energi dan harapan baru akan kemajuan keolahragaan di Tana Toraja.

Dua kandidat muda caketum KONI mendatang dr Elia Tombeq dan Indra Batara adalah figur yang tak diragukan potensi dan kapasitasnya. Jadi luar biasa karena siap memberi diri demi olah raga dari tugas utamanya keduanya kata Bemba itu jadi harus jadi teladan.

Keduannya bukan figur yang memilih jalan pintas tapi kata dia siapapun yang akan jadi nahkoda KONI kedepan itulan jalan ‘ninja’ menuju prestasi gemilang olah raga Tana Toraja kedepan.

” Maksudnya cara pandang dan pikir kandidat akan menjadi solusi cepat, tanggap dan tepat menuju panggung prestasi kedepan, ” kata dia lagi.

Ia tahu dan sadar dalam periode kepemimpinanan banyak hal yang belum dicapai, namun bukan berarti kegagalan jadi nilai totalnya. Apa yang kurang dan belum maksimal akan menjadi harapan besar untuk ditangani tentu untuk jadi capaian dalam meraih prestasi.

Sinergisitas kolaborasi program dari cabor dan KONI baik dari pusat dan provinsi peran serta pemerintah daerah selaku pembina olah menjadi harapan baru dalam menyambut ‘ The New KONI ‘ dalam mendukung Toraja Mala’ bi khususnya olah raga.

Sampai hari ini, Selasa 10 Oktober , tiga caketum , dr Elia Tombeq Indra Batara dan petahana Daneil Bemba tengah menjalani proses pemeriksaan berkas oleh tim penjaringan.

( News Room MEDIANTANEWS )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses