iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta

Ranperda PDAM Diujung Tanduk , Dewan Simpan Dibahas Tahun Depan




Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKALE, – Ranperda perubahan PDAM jadi Perumda terkatung- katung. Sejak diserahkan beberapa waktu lalu ranperda yang bakal merubah PDAM jadi Perunda Tirta Buisun jadi diujung tanduk untuk disimpan alias tak dilanjutkan dibahas DPRD. Mereka tengah sibuk rapat banggar daripada sentuh ranperda tersebut.




Dewan sepertinya tak tertarik bahas ranperda yang diserahkan dengan mengabaikan konsultasi publik salah satu proses untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari masyarakat. Ranperda tersebut bukan mudah apalagi digampangkan karena terkait keberadaannya sebagai perusahaan daerah untuk mendapatkan tambahan pendapatan.

Mereka lebih fokus membahas ranperda lain. Ranperda APBD 2024 kini terus berproses ditangan dewan ketimvang ranperda PDAM meski penyerahannya bersamaan beberapa waktu lalu.

Ketua Bapenperda DPRD Tana Toraja Kristian HP Lambe mewanti – wanti jika ranperda itu jadi hutang buat diprogramkan tahun depan . Dewan menurutnya lebih fokus membahas ranperda APBD 2024 yang harus dituntaskan bulan November ini.

” Belum kita bahas, kita lebih fokus untuk ranperda APBD 2024, kemungkinan ranperda PDAM kita dorong untuk propemperda 2024, ” kata Kristian legislator Demokrat, Sabtu 11 November 2023.

Kata dia, kalaupun ranperda itu dilanjutkan untuk dibahas, fraksi akan tetap meminta penjelasan serta kesiapan PDAM untuk jadi Perumda .

Untuk pembahasan satu buah ranperda dewan bisa menghabiskan anggaran dari 200-300 juta rupiah.

” Daripada bahas ranperda yang kemungkinannya tak akan tuntas dan sudah makan anggaran mending sekalian kita tunda saja, ranpeeda PDAM jangan dikira ringan untuk dwngan mudah untuk ditetapkan, isinya akan teliti benar termasuk kita akan minta untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari masyarakat, ” tegasnya.

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses