MEDIANTANEWS
MAMASA , – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi mendatangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Salubue, Rabu 21 Januari 2026. Tak sekedar lakukan penanganan Welem juga menyatakan penghargaanya atas peran warga .
Bupati dan rombongan OPD terkait ingin memantau proses pembenahan dan pengelolaan sampah yang tengah dilakukan.
Ditengah pemantauan itu , Welem sontak memberikan pernyataan apreasiasi salah seorang warga setempat yang iklas berperan dengan memberikan tanah miliknya untuk dipakai jadi timbunan. Dan sekaligus mengakuinya untuk menjadi panutan.
Kegiatanya adalah Pemantauan langsung proses pembenahan pengelolaan sampah sebelum dilakukan penimbunan dengan metode controlled landfill.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mamasa Herry Kurniawan beserta jajaran, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mamasa Oktavianus Masuang.
Selain memantau kesiapan teknis di lapangan, kehadiran Bupati Mamasa juga dimanfaatkan untuk menyampaikan apresiasi kepada Sambo Lebok — yang akrab disapa Mama Alex—atas kesediaannya menyumbangkan sebagian tanah miliknya untuk keperluan penimbunan sampah di TPA Salubue.
“ Ini bentuk kepedulian nyata dari warga terhadap daerahnya , apa yang dilakukan ibu Sambo Lebok patut diberi apreasiasi dan jadi contoh bagi kita semua, ” kata Welem dilansir dari media Mdb , Rabu 21 Januari 2026.
Tanah yang disumbangkan tersebut akan digunakan sebagai material penutup dalam penerapan metode controlled landfill, yakni sistem pengelolaan sampah yang dinilai lebih baik dibanding sistem pembuangan terbuka (open dumping).
Melalui metode ini, sampah yang masuk ke TPA dipadatkan dan diratakan setiap hari menggunakan alat berat, kemudian ditutup secara berkala dengan lapisan tanah. Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi bau, menekan perkembangbiakan lalat, serta meminimalkan dampak lingkungan di sekitar TPA.
Secara teknis, controlled landfill memiliki sejumlah karakteristik utama, antara lain pemadatan sampah harian agar penggunaan lahan lebih efisien, penutupan tanah secara berkala, serta dukungan fasilitas dasar seperti drainase air hujan dan penampungan lindi.
Meski demikian, sistem ini masih berada satu tingkat di bawah sanitary landfill yang memiliki lapisan kedap air dan pengelolaan gas yang lebih komprehensif.
Pemerintah Kabupaten Mamasa menilai penerapan controlled landfill sebagai langkah transisi penting untuk memperbaiki pengelolaan sampah, meningkatkan efisiensi lahan TPA, serta mengurangi gangguan visual, bau, dan hama yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
” Mudah – mudahan ini menjadi solusi dalam penanganan sampah, ajak dari bapa bupati untuk menjadi contih bagi semua warga, persoalan sampah ini butuh peran kita semua, ” ujar Hery Kurniawan kadis Lingkungan Hidup Mamasa, usai kegiatan itu.
( rls / fred )













