Amazing Mamasa di Bulan Mamase, Bupati Welem – Ketua PMTI Bertemu


Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKASSAR, – Menjelang perhelatan akbar Bulan Mamase, Bupati Mamasa Welem Sambolangi menggelar pertemuan strategis dengan Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Yulius Selvanus. Pertemuan yang berlangsung hangat ini digelar di sebuah kafe di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (25/3/2025).

Pertemuan tersebut fokus membahas kesiapan rangkaian kegiatan HUT PMTI yang akan dipusatkan di Kabupaten Mamasa pada 6 hingga 13 April mendatang. Mengusung tema “Amazing Mamasa”, kehadiran PMTI diharapkan menjadi magnet pariwisata dan penguatan ikatan persaudaraan diaspora.

Kegiatan PMTI ini merupakan bagian integral dari kalender event “Bulan Mamase”. Berbagai agenda menarik telah disiapkan, mulai dari bakti sosial, pagelaran seni budaya, pameran pembangunan, hingga aksi pemacu adrenalin lewat jelajah motor trail.

Tak hanya PMTI, Perhimpunan Masyarakat Mamasa Indonesia (PMMI) juga dijadwalkan hadir lebih awal, yakni pada 2 hingga 6 April, untuk melaksanakan sejumlah aksi kemanusiaan dan bakti sosial.

Puncak spiritualitas dari Bulan Mamase ini akan diisi dengan ibadah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) yang akan dipimpin oleh pengkhotbah ternama, Pdt. Yandhi Manobe. Momen ini dirancang sebagai wadah syukur sekaligus tempat berkumpulnya seluruh diaspora Mamasa dari berbagai penjuru.

“Kami selaku tuan rumah melaporkan progres kesiapan di lapangan. Hasilnya, PMTI menyatakan siap berkoordinasi penuh demi menyukseskan acara ini. Pemerintah dan rakyat Mamasa sangat antusias menyambut keluarga diaspora Toraja maupun Mamasa. Mari hadir dan saksikan kemeriahan Bulan Mamase,” ujar Welem Sambolangi usai pertemuan.

Dalam pertemuan santai penuh keakraban tersebut, Bupati Welem didampingi oleh sejumlah panitia Bulan Mamase. Turut hadir pula Sekretaris Jenderal PMTI, Dating Palembangan, beserta jajaran pengurus pusat PMTI lainnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi diaspora ini diharapkan tidak hanya sukses secara seremonial, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif di Bumi Kondosapata.

( adv / fred)


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses