MEDIANTANEWS
TOMONI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengajak lembaga keagamaan, khususnya gereja, untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan sosial dan spiritual.
Ajakan ini disampaikan dalam momen bersejarah Pentahbisan sekaligus Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Gereja Toraja Jemaat Imanuel Cendana Hitam, di Kecamatan Tomoni Timur, Kamis 26 Maret 2026.
Mewakili Bupati Luwu Timur Ir. H. Irwan Bachri Syam, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan, Muh Aswan Asis, mengapresiasi perjalanan panjang jemaat yang telah genap berusia setengah abad. Menurutnya, usia 50 tahun adalah bukti dedikasi dan kerja keras jemaat dalam merawat iman serta kebersamaan.
“Lima puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh perjuangan dalam membangun kehidupan bergereja yang kokoh,” ujar Aswan di hadapan jemaat.
Dalam naskah sambutan yang dibacakannya, Pemkab Luwu Timur menegaskan bahwa visi pembangunan daerah tidak hanya terpaku pada fisik atau infrastruktur semata, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan secara utuh. Gereja dinilai memiliki posisi vital dalam membentuk karakter dan moral masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan sangat penting. Kita ingin merancang program yang lebih komprehensif dan berdampak luas bagi kesejahteraan warga,” tambahnya.
Momentum ini juga dimanfaatkan pemerintah untuk memaparkan capaian program prioritas sejak pelantikan kepala daerah pada Februari 2025 lalu. Beberapa program yang sedang berjalan di antaranya perluasan beasiswa mahasiswa, layanan kesehatan gratis, serta perhatian khusus bagi warga lanjut usia (lansia).
Di sektor pendidikan, pemerintah telah merealisasikan pemberian seragam gratis bagi siswa tingkat TK, SD, hingga SMP, serta penyediaan bus sekolah. Sementara di sektor ekonomi, diluncurkan Program Pandu Juara guna mendorong kemandirian kewirausahaan berbasis desa.
“Tahun pertama ini adalah fase peletakan fondasi. Meski belum semua hasilnya terasa seketika, namun arah kebijakan kita sudah berada pada jalur yang terukur untuk masa depan Luwu Timur yang lebih baik,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Aswan menitipkan pesan agar kerukunan dan harmoni antarumat beragama terus dijaga sebagai modal stabilitas daerah. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada tokoh agama dan umat Kristiani di Tomoni Timur yang konsisten merawat moderasi beragama.
Acara ini berlangsung khidmat dengan kehadiran Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja DR Alfred Anggui, Ketua BPS Wilayah I Luwu Gideon Tulak, Camat Tomoni Timur Yulius, Kapolsek, para kepala desa, serta para pendeta se-Klasis Kalaena.
(Rls / fred )













