Refleksi : Lawatan Natal dan Pesan Uskup Agung Makassar


Bagikan:

OPINI

MEDIANTANEWS



Oleh Dr.Agustinus,S.Th.,M.Pd.
Dosen Pascasarjana UKIP

Lawatan Natal Mgr Fransiskus Nipa, Uskup Agung Makassar ke Tana Toraja menjadi ruang perjumpaan yang sarat makna antara iman dan budaya.

Dalam tradisi Toraja, kehidupan tidak pernah dipahami secara individual, melainkan selalu berada dalam ikatan siri’, kasiturusan, dan persaudaraan dalam satu tongkonan.

Karena itu, pesan Natal yang disampaikan Uskup menemukan relevansinya yang paling mendalam ketika dibaca dalam kerangka nilai-nilai budaya Toraja yang menjunjung tinggi harmoni dan kebersamaan.

Ajakan untuk menjaga tongkonan bukan sekadar seruan simbolik, tetapi refleksi atas tanggung jawab kolektif orang Toraja dalam merawat warisan leluhur. Tongkonan adalah pusat pengambilan keputusan, tempat penyelesaian persoalan, sekaligus ruang pembelajaran nilai-nilai hidup.

Ketika tongkonan dijaga, sejatinya yang dirawat adalah tatanan sosial, etika adat, dan semangat musyawarah yang menjadi fondasi kedamaian di tengah masyarakat Toraja.

Doa Uskup bagi pemimpin daerah mengandung makna kultural yang kuat: pemimpin dipandang sebagai to matua yang diharapkan mampu mengayomi, meneduhkan, dan menyatukan.

Dalam perspektif budaya Toraja, kepemimpinan tidak diukur dari kekuasaan, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan relasi antara manusia, leluhur, alam, dan Sang Pencipta.

Lawatan Natal ini menjadi pengingat bahwa iman dan budaya bukan dua hal yang terpisah, melainkan saling menguatkan dalam merawat identitas Toraja sebagai masyarakat yang beradab, beriman, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

( * )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses