MEDIANTANEWS
MAMASA, – Kawasan Simpang Lima , jalur poros nasional trans Sulbar – Sulsel , Mamasa ke Toraja dipilih jadi lokasi car free day. Tak sekedar ajang kebugaran, kegiatannya terpadu , rekreasi dan tontonan menarik dan menyegarkan.
Launching kegiatannya, Sabtu 20 Desember 2025 dilakukan oleh Welem Sambolangi bupati Mamasa. Kegiatan dikemas jadi ajang berolah raga, berekreasi dan pertunjukan . Welem harap kegiatannya rutin dan melibatkan semua pihak,punya kemasan khusus untuk jadi pembeda yang menarik. UMKM pun akan dilibatkan. Usai kegiatan lokasi harus kembali dalam keadaan bersih dan jalur kembali digunakan dengan normal. Kesan penting yang harus ditunjukkan kata Welem adalah kegiatannya ikut-ikutan, karena itu harus ada kemasannya.
Ajang car free day yang akan rutin dilakukan setiap hari sabtu itu bakal jadi menarik, kenapa karena kegiatannya tak hanya diisi oleh olah raga kebugaran tetapi dikemas jadi pertunjukkan olah ketangkasan lokal dan permainan rakyat tradisional Mamasa.
Juga kegiatannya akan melibatkan para UMKM yang diharapkan menyajikan jualan produk menu dan panganan lokal Mamasa.
” Semua harus terlibat, kita pinjam jalur nadional untuk kegiatan kebugaran , berolah raga bersama sekaligus menampilkan olah raga atau permainsn rakyat, ini tak sekedar kegiatan atau rutinitas tetapi jadi rempat untuk berekreasi bersama ajak semua warga dari semua unsur untuk kita berolah raga bersama, ” kata Welem.
Selebrasi pembukaannya panitia pelaksana menampilkan sejumlah permainan rakyat lokal Mamasa, seperti ketangkasan permainan egran ( Ma’ tenta ) , permainan gasing, ma’ logo’ dan lain.
Wakil bupati H Sudirman, Adel Palulun Sambolangi ketua TP – PKK dan sejumlah pejabat penting lainnya hadir dalam acara itu. Kegiatannya disambut antusias warga dengan banyaknya yang hadir dalam acara perdana itu. Kegiatan itu hasil kerjasama Pemkab Mamasa dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyakat Indonesia ( KORMI ) Mamasa.
( * / fred )














