MEDIANTANEWS
RUBRIK MIMBAR REDAKSI, – Kanal room redaksi media ini yang dibuat khusus untuk membedah sisi- sisi menarik persiapan pelaksanaan kegiatan Sidang Sinode Am Gereja Toraja (SSA GT) Ke 26, berikut laporan perdananya yang dirangkum dari berbagai sumber, ;
FREDERICH SUSELISU : Pimpred MEDIANTANEWS, Tana Toraja
Gema Sidang Sinode Am (SSA) XXVI Gereja Toraja di Palopo pertengahan tahun ini mulai terasa hingga ke pelosok klasis dan ruang publik lainnya. Arah angin akan bertiup kepada siapa dalam posisi struktur dan desakan perubahannya kini mulai berembus.
Bukan sekadar hajatan organisasi lima tahunan, SSA adalah momentum sakral Gereja Toraja di mana suara Tuhan dicoba diterjemahkan melalui mekanisme demokrasi pesidangan yang Am dan gerejawi.
Perhelatan lima tahunan Gereja Toraja tak hanya menarik sebatas lingkup warga tapi meluas hingga ke berbagai lintas komunitas publik hingga perhatian nasional. Agenda tak hanya menjadi tempat para utusan untuk menggodok struktus sinode tetapi menjadi ruang dan altar bagi hadirnya ide dan desakan perubahan untuk pelayanan yang kian bertumbuh dalam iman.
Di balik jubah liturgis, konstalasi pengisian struktur Badan Pekerja Sinode (BPS) mulai memanas. Perbincangannya tak hanya diruang persidangan lingkup Gereja Toraja tetapi juga menghinggapi setia sudut diskusi baik di Toraja maupun di luar.
Dinamika status quo dan wajah wama jadi tanpa jarak untuk isu khusus menyertai bayangan struktur.
Hal ini menjelaskan mengapa figur-figur lama diprediksi masih memiliki akar yang kuat untuk bertahan.
” Masih waktunya terbilang lama namun memang itu jadi bahan diskusi penting khususnya para pendeta, dan elit gereja , silahkan berdiskusi dan diskusikanlah, yang saya tahu dan dengar baru sebatas persiapan SSA , tapi meski wacana saja nama-nama juga sudah mulai ikut diperbincangkan, dan saya tak mau bicara banyak soal itu, itu adalah hak utusan nantinya, ” ujar Pdt Daud Palelingan, salah seorang panitia SSA baru- baru ini .
Ia tak mau terseret dalam soal diskusi soal personal struktur, karena kata dia itu kewenangan utusan di SSA nantinya bersama peserta sidanv lainnya. Karena agenda penting lainnya bulan soal struktur saja tetapi yang terkait dengan semua urusan dan tanggungjawab pelayanan Gereja Toraja.
Dari beberapa sumber menyebut nama Pdt. Dr. Alfred Anggui (Ketua Umum) periode sekarang tetap menjadi magnet sentral dan hingga kini tak figur kuar kuat yang bakal jadi penantangnya.
Di lingkaran intinya, nama-nama seperti Pdt. Dr. Christian Tanduk, Pdt Yusuf Paliling, Pdt Musa Sikombong dan Pnt. Yunus Buana Patiku dianggap sebagai pilar yang menjaga ritme organisasi struktur selama ini. Pun dengan beberapa nama dalam jajaran struktus BPS sekarang ini, semuanya berpotensi untuk duduk manis kembali.
Pdt Suleman Allolinggi yang persiapannya masuk usia emiritus untuk pensiun tahun depan atau nama Pnt Kristian Seleng yang satu kali ( bukan dua kali seperti tertulis sebelumnya. Red ) duduki jabatannya tetap jadi figur kuat yang sulit dicarikan ganti.
Pertanyaannya adalah apakah jemaat masih menginginkan napas yang sama, ataukah ada kejenuhan yang mulai mengendap di akar rumput. Siapa yang bakal dipertahankan dan yang akan segera menepi untuk diganti.
Menariknya, atmosfer di Palopo nanti tidak akan dibiarkan datar – data saja . Munculnya figur seperti Pdt. Daud Palelingan dan Pdt. Saniati Padda memberikan warna baru dalam bursa Ketua Bidang.
Pdt. Saniati Padda membawa representasi penting. Dalam narasi teologis kesetaraan, kehadirannya bukan sekadar pelengkap kuota, melainkan simbol kekuatan manajerial perempuan di pucuk pimpinan.
Pdt. Daud Palelingan dikenal membawa energi segar yang dianggap mampu merespons tantangan zaman yang kian digital dan kompleks. Cakupan dan rekam jejaknya dikalangan ‘ alumni PPGT tak diragukan.
Hadirnya mereka memicu spekulasi panas: Siapa yang akan terpental, mengingat hanya ada lima posisi Ketua Bidang, bakal memunculkan gesekan gesekan kepentingan jadi tak terelakkan.
Di sini, integritas para utusan klasis diuji , apakah mereka memilih berdasarkan visi teologis atau sekadar kedekatan emosional dan figur
Gerakan ‘ tim sukses’ dan etika bergereja mengemuka . Jadi terakan tambahan jelang SSA untuk berperan marwah dan etika bergereja.
Meski fenomena yang sulit dibantah adalah akan muncul tim sukses yang mulai bergerilya menggarap utusan-utusan klasis.
Secara kultural, lobi-lobi adalah hal lumrah, namun secara teologis, ada garis tipis antara konsolidasi dan transaksi kepentingan yang harus tetap dijaga oleh siapa pun dia .
“Jabatan di BPS bukanlah panggung kekuasaan atau power, melainkan ruang pelayanan atau servant leadership. Jika cara meraihnya sudah menggunakan pola-pola politik praktis yang pragmatis, lantas apa bedanya gedung gereja dengan gedung parlemen, ” kata salah sumber media ini
Publik , khususnya warga jemast gereja Toraja akan menanti kejutan di Kota Palopo kota tempat jemaat tuan rumah SSA kali ini.
SSA XXVI di bukan hanya soal memenangkan figur, tapi soal bagaimana Gereja Toraja memposisikan diri di tengah perubahan dunia.
Apakah para pemilik suara akan tetap bermain aman dengan memilih wajah-wajah familiar, atau berani memberi ruang bagi transformasi.
Struktur boleh tetap, tapi roh pelayanan harus terus diperbaharui. Siapa yang akan bertahan dan siapa yang harus berbesar hati meletakkan jabatan , Nah pembaca MEDIANTANEWS yang budiman ayo tunggu jawabannya di hamparan Bumi Sawerigading melalui tayangan tulisan laporan selanjutnya.
Berikut ini susunan PENGURUS BPS GEREJA TORAJA , PERIODE 2021-2026 , Ketua Umum : Pdt Dr Alfred Y.R. Anggui,M.Th , Sekretaris Umum : Pdt.Dr.Christian Tanduk,M.Th
Wakil Sekum : Dkn.Yunus Buana Patiku,SE.SKM . Ketua 1 : Pdt.Suleman Allolinggi`,M.Si. Ketua 2 : Pdt.Musa Sikombong,M.Th. Ketua 3 : Pnt.Ir. Nempo Tangkeallo . Ketua 4 : Pnt.Dr.Theo Kristian Seleng,MM . Ketua 5 : Pdt.Yusuf Paliling,M.Th.Bendahara :Dkn Evalina Popang,SE.
( tim redaksi )














