Toraja Berduka Ditinggal Tokoh Paripurna , Bung Kala’ Telah Pergi


Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKALE, – Toraja berkabung diselimuti duka, tokoh Toraja Kalatiku Paembonan mantan bupati Toraja Utara periode 2016 – 2021, Kamis 8 Agustus 2024 wafat. Meninggal di Jakarta karena sakit. Karier dan jiwa kekaderannya yang ia geluti disebut nyaris paripurna.

Kabar duka itu beredar di sekuruh jaga maya komunitas Toraja. Ia sosok dan figur tokoh yang paripurna dalam dunia gerakan kepemudaan dan karier birokrat.

Ia meninggalkan kenangan manis bagi banyak kalangan . Di dunia gerakan kepemudaan GMKI, PPGT, KNPI maupun ormas kepemudaan lainbya dan ormas sospol , bung Kala panggilan akrabnya adalah orang selalu selalu dikenang menunjukkan dan memiliki soludaritas, kesahajaan dan humanis.

Tokoh penting di balik perjuangan pemekaran berdirinya kabupaten Toraja Utara. Saat menjadi setjen di Depdagri Kala jadi salah seorang pejabat suksesnya gerakan pembangunan PNPM di seluruh Indonesia. Kariernya cemerlang di birokrat.

Di lembaga Gereja Toraja ia juga dikenal sosok dan tokoh dengan berbagai jabatan . Dan terahir pengabdiannya jadi bupati Toraja Utara.

Bagi kalangan terdekatnya, Kala disebut tokoh penting di dua kabupaten ini , Tana Toraja dan Toraja Utara . Karya dan kariernya banyak terukir di dua daerah kembar tersebut.

” Iya kami , kita berduka Toraja berduka, bung Kala sosok yang paripurnan baik dalam dunia gerakan maupun birokrat, sosok bersahaja, humanis dan kesan hidupnya sulit dilupakan, senior yang selalu akrab dan sulit dilupakan , turut berduka cita semoga keluarga tetap dalam sandaran berpenghiburan, ” kenang Kristian HP Lambe kerabat sekaligus sesama kader GMKI dan PPGT, Kamis 8 Agustus 2024

Kala dalam karier politik disebutnya fenomenal dengan semangat juangnya yang tidak menyerah, baginya kalah boleh dalam politik , menyerah itu yang tidak boleh.

Pernah jadi calon bupati Tana Toraja tahun 1995 dan 1999 yang masih menganut pemilihan di DPRD. Setelah Toraja Utara terbentuk dan pilkada langsung pertama dilakukan saat itu Kalatiku berpasangan dengan almarhuma Alfritha Danduru belum berhasil dan kalah.

Baru setelah tahun 2016, dia brtjuang lagi, Kala berpasangan Yosia Rinto Kadang ahirnya menangi pilkada untuk periode 2016 – 2021.

Konspirasi politiknya ia ubah pasangan dan menggandeng dr Etha Paembonan untuk maju di pilkada tahun 2021 kandas, ia kalah dengan hasil di menangkan oleh Yohanis Bassang – Frederik Victor Palimbong, itu jalanan karier politiknya.

Ia kader dan mantan juru kampanye nasional Golkar di era orde baru, kemudian berpindah jadi kader PDI Perjuangan setelah pensiun hingga ahir hayatnya.

Bagi kalangan media dan jurnalis , almarhum Kalatiku jadi kawan dan sahabat dalam tugasnya. Para pekerja media jadi mitranta. Prinsipnya makanan boleh tidak ada, daripada satu hari tidak ada berita.

Selamat Jalan Bung Kala, kami semua mengenangmu.

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses