MEDIANTANEWS
MAMASA – Atmosfer lapangan Tribun Kondosapata, Mamasa, mendadak riuh rendah, Senin (21/4/2026) malam. Di bawah sorot lampu panggung nasional Icon SCTV, seorang putri daerah bernama Elsa Lucyta tengah berjuang, namun di tanah kelahirannya, dukungan mengalir deras bak arus sungai Mamasa.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, tidak sekadar duduk menonton. Ia berada di tengah-tengah warganya, menggelar nonton bareng (Nobar) untuk memberikan energi dukungan bagi mahasiswi yang kini menjadi sorotan nasional tersebut.

Bagi Bupati Welem, penampilan Elsa di ajang pencarian bakat bergengsi milik TV nasional tersebut bukan hanya soal kompetisi tarik suara. Ada misi yang lebih besar yang berhasil dibawakan Elsa: memperkenalkan wajah Mamasa ke seluruh penjuru nusantara.
Elsa tak hanya mengenalkan potensi alam Mamasa tetapi juga produk unggulan kopi marasa dari Mamasa yang kini mulai mendunia . Peran Elsa dalam mempromosikan Mamasa ,Welem menyebutnya sebagai duta dan kebanggaan warga Mamasa.
“Kami tidak hanya bangga dengan penampilan vokalnya hingga melaju ke babak selanjutnya. Tetapi lebih dari itu, saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Mamasa memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena dengan bangganya Elsa memperkenalkan identitas Mamasa di atas panggung megah tersebut,” ujar Welem dengan nada haru, Rabu (22/4/2026).
Menurut Bupati, kecerdasan Elsa dalam membawa diri dan mempromosikan kekayaan budaya daerahnya di panggung penyisihan adalah prestasi tersendiri. Elsa kini bukan sekadar kontestan, melainkan duta budaya bagi Bumi Kondosapata.
Bakat Elsa Lucyta memang tidak datang tiba-tiba. Tumbuh dalam keluarga yang kental dengan darah seni, kemampuan bernyanyinya telah terasah sejak kecil. Namun, Elsa juga membuktikan bahwa prestasi seni dan pendidikan bisa berjalan beriringan. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta.
Kombinasi antara talenta suara yang mumpuni dan kecerdasan intelektual inilah yang membuat Bupati Welem optimis Elsa akan melangkah jauh meraih prestasinya.
Menutup pernyataannya, Bupati Welem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal langkah Elsa di ajang Icon SCTV 2026. Ia menegaskan bahwa Elsa tidak berjuang sendirian di Jakarta.
“Semangat terus untuk Elsa. Rakyat Mamasa akan selalu mendukungmu dalam doa. Semoga kesuksesan menyertaimu hingga puncak final, dan teruslah mengharumkan nama daerah kita,” pungkasnya.
Kini, harapan itu tertumpu pada bahu Elsa. Dari Mamasa untuk Indonesia, sebuah talenta emas tengah bersiap untuk bersinar lebih terang meraih prestasinya.
( * / fred )













