Dari Jepang untuk Mamasa: Pesan Hangat DSP Buat Bulan Mamase dan Amazing Mamasa


Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKALE , – Dari Negeri Sakura kepada Bumi Kondosapata ternyata jaraknya tak mampu membendung rasa bangga dan kerinduan seorang Dewi Sartika Pasande (DSP).

Dewi selaku bendahara kegiatan itu jadi berhalangan hadir karena kegiatan studi yang tak bisa ia elakkan di Jepang , membuatnya merasa patut menyampaikan rasa terimah kasih dan apresiasinya atas berbagai dukungan penyelenggaran dua acara penting itu . Dewi ditunjuk oleb PMTI sebagai bendahara kegiatan Amazing Mamase 2026 yang sedang berlangsung ini.

Meski raga tengah disibukkan dengan penyelesaian studinya di Negeri Sakura, hati pengusaha muda sekaligus fungsionaris pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) ini tetap tertambat pada kemeriahan Bulan Mamase dan Amazing Mamasa 2026.

Melalui pantauan di berbagai platform media sosial, DSP mengaku terkesima melihat bagaimana Mamasa bersolek dan merayakan identitas budayanya. Baginya, perhelatan yang tengah berlangsung di Mamasa saat ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah simfoni persaudaraan.

“Secara pribadi dan sebagai bagian dari keluarga besar PMTI, saya sampaikan selamat dan sukses. Kita berharap kegiatan ini menjadi wadah soliditas dan silaturahmi yang kuat, selamat dan sukses atas terselengggaranya dua kegiatan besar ini, ” ungkap DSP kepada media via sambungan ponsel miliknya , Selasa 14 April 2026.

Sebagai sosok yang memiliki insting bisnis tajam, DSP melihat potensi besar di balik kerumunan warga dan warna-warni karnaval. Ia menekankan bahwa event sebesar ini harus mampu memberi dampak nyata bagi ekonomi akar rumput, khususnya sektor UMKM di Mamasa.

Namun, lebih dari itu, DSP memiliki mimpi yang lebih besar untuk kabupaten tetangga Toraja ini. Baginya, pesona karnaval budaya dan kekayaan atraksi yang ditampilkan dalam bagian acara Bulan Mamase dan Amazing Mamasa 2026 sudah layak naik kelas ke panggung nasional.

“Karnaval budayanya luar biasa menarik. Potensi wisata Mamasa yang dipamerkan di sini mestinya dikemas secara serius untuk menjadi agenda tetap dalam kalender wisata nasional,” ujar wanita yang akrab disapa DSP ini dengan nada antusias.

Ia pun berjanji, sekembalinya nanti, ia akan tetap memberikan perhatian khusus,terutama dalam ikut serta mendorong pengembangan berbagai potensi yang ada di Mamasa .

Kegiatan yang diikuti oleh PMTI ini memang tergolong paket lengkap. Tak hanya riuh dengan pameran pembangunan dan aneka lomba, bakti sosial , sisi spiritualitas masyarakat juga disentuh melalui ibadah syukur berupa Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe dari NTT.

Perpaduan antara pelestarian budaya, penguatan ekonomi rakyat, dan oase spiritual inilah yang membuat DSP yakin bahwa Mamasa sedang bergerak menuju masa depan yang lebih cerah.

Bagi DSP, meski ia hanya bisa menatap kemeriahan itu dari balik layar ponsel di sela-sela studinya di Jepang, doa dan dukungannya tetap mengalir deras untuk kesuksesan Bulan Mamase. Karena bagi DSP, kemajuan Mamasa adalah kebanggaan bersama bagi kebangkitan Mamasa menjadi daerah yang Maju, Mandiri dan Sejahtera ( Mamase ) sebagai perwujudan tagline visi misi bupati Mamasa .

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses