MEDIANTANEWS
MAKALE – Suasana hangat dan inklusif menyelimuti Gedung Tammuan Mali, Makale, Selasa 17 Maret 2026 . Untuk pertama kalinya, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tahun 2027 digelar bersamaan dengan Musrenbang Anak.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk Forum Anak dan komunitas disabilitas melalui Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia ( PPDI (
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, dalam arahannya menekankan pentingnya membangun daerah dengan landasan nilai budaya dan tata krama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan kesantunan dan dialog dalam setiap penyelesaian masalah, sebagai warisan leluhur yang tak ternilai.
“Kita merindukan Tana Toraja yang maju berbasis nilai budaya tinggi. Saling menghormati dalam segala situasi adalah pegangan kita bersama untuk membangun daerah ini,” ujar Zadrak.
Terkait indikator ekonomi, Zadrak mengungkapkan capaian pertumbuhan ekonomi saat ini berada di angka 5,01 persen. Meski sudah menunjukkan tren positif, pemerintah menargetkan pertumbuhan tersebut naik menjadi 6,23 persen pada tahun 2027 mendatang.
Salah satu fokus utama yang ditekankan Bupati adalah kolaborasi untuk menjamin stabilitas harga pangan, terutama di wilayah terpencil. Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian pangan lokal agar kebutuhan dapur masyarakat tetap terpenuhi di tengah tantangan anggaran.
Menyikapi pemotongan Dana Transfer Ke Daerah (TKD) yang mencapai hampir Rp200 miliar, Zadrak menegaskan bahwa semangat pembangunan tidak boleh surut. Pemerintah daerah kini lebih gencar melakukan efisiensi serta menjemput bola ke pemerintah pusat untuk membantu program-program daerah.
“Kita lakukan efisiensi, namun semangat membangun Tana Toraja tidak akan surut. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terus berinovasi kolektif demi kemajuan kita bersama,” tegasnya.
Ketua TP PKK Tana Toraja, Dr. Erny Yetty, menambahkan bahwa penggabungan Musrenbang RKPD dan Musrenbang Anak ini merupakan bentuk efisiensi kreatif tanpa mengurangi esensi dari aspirasi anak-anak. Ia mengapresiasi kemajuan dan keterlibatan aktif generasi muda dalam forum tersebut.
Acara ini juga menjadi ajang pemaparan capaian fisik tahun 2025 di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kabiro Organisasi Pemprov Sulsel, Jayadi, yang mewakili Gubernur, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD , pimpinan Perguruan tinggi, tokoh dan undangan penting lainnya, pimpinan OPD , camat, lurah dan kepala Lembang , Ketua Forum Anak, Ketua PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia), serta perwakilan dari yayasan YESMa.
(* / fred )













