Berita  

Berantas Judi di Toraja, GAMKI Sulsel Deklarasikan Dukungan Penuh untuk BPS Gereja Toraja


Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Sulawesi Selatan Masa Bhakti 2025–2028 menyatakan sikap tegas mendukung langkah Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dalam memberantas praktik perjudian dan berbagai penyakit sosial di wilayah Toraja.

Ketua DPD GAMKI Sulsel, Albert Palangda, menegaskan bahwa fenomena kontes kerbau petarung yang disisipi perjudian kini bukan lagi sekadar pelestarian budaya, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda.

“Praktik perjudian ini harus ditertibkan secara tegas. Ini sudah merusak moral dan ketertiban sosial. Kami berdiri bersama BPS Gereja Toraja untuk menyuarakan hal ini,” ujar Albert dalam keterangan resminya, Kamis 19 Maret 2026 via rilisnya.

Menurut Albert, paparan lingkungan perjudian memberikan dampak buruk yang sistemik, terutama bagi anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, GAMKI Sulsel mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bertindak konsisten tanpa kompromi.

Selain masalah perjudian, GAMKI Sulsel juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dari peredaran narkoba dan kekerasan seksual. Albert secara khusus meminta Kapolda Sulawesi Selatan untuk memberikan atensi terhadap maraknya penyakit sosial ini.

“Kami meminta Bapak Kapolda beserta jajaran untuk memberikan perhatian khusus. Penegakan hukum hanya akan efektif jika aparatnya bersih dari praktik suap, korupsi, maupun pungli,” tegasnya.

Lebih lanjut, GAMKI Sulsel mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga pendidik—untuk menjaga kemurnian nilai budaya Toraja agar tidak diselewengkan menjadi ruang tumbuhnya penyakit sosial.

“Ini adalah tanggung jawab moral bersama. Kita harus memastikan nilai budaya tidak disalahgunakan. GAMKI akan terus mengawal terciptanya kehidupan masyarakat yang tertib, bermartabat, dan berlandaskan nilai iman,” pungkas Albert.

Pernyataan sikap ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh pihak di Toraja dan Sulawesi Selatan untuk bersinergi dalam membangun lingkungan sosial yang lebih sehat dan berintegritas.

( rls / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses