MEDIANTANEWS
MAKALE, – Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mempertajam taji visi-misinya, sebuah terobosan menarik lahir dari meja legislatif.
Kenapa ada rekomendasi Satgas untuk PAD, berikut rangkuman wawancara, Jurnalis MEDIANTANEWS dengan Yusuf Pangaroan SE Ketua Pansus LKPj Bupati 2025 .
FREDERICH ; JURNALIS , MEDIANTANEWS
Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun 2025 kini mulai terpapar semangat dari tagline Tana Toraja Masero.
Tak sekadar menjadi jargon politik, gagasan inovatif Bupati Zadrak Tombeg tersebut kini coba diterjemahkan secara konkret ke dalam fungsi pengawasan keuangan daerah melalui rekomendasi pembentukan Satgas Masero.
Nama MASERO bukan sekadar singkatan dari Maju, Aman, Sehat, Ekologis, Religius, dan Opportunity. Dalam bahasa lokal, Masero mengandung makna filosofis yang mendalam: Bersih. Bersih hatinya, bersih pemikirannya, dan bersih lingkungannya.
Inilah yang menjadi landasan utama Pansus LKPj dalam merancang rekomendasi mereka. Satgas ini diharapkan menjadi garda terdepan yang bekerja dengan hati yang bersih untuk memastikan setiap rupiah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masuk ke kas negara, bukan menguap di tengah jalan.
Ketua Pansus LKPj Yusuf Pangaroan, SE dari Fraksi Nasdem saat diwawancarai menegaskan bahwa optimalisasi dan rasionalisasi PAD adalah harga mati bagi kemandirian daerah. Berdasarkan hasil evaluasi, pengawasan terhadap sumber-sumber PAD di semua lini masih memerlukan penguatan ekstra.
“Pansus sepakat mendorong nama Satgas Masero sebagai wujud penjabaran filosofi tagline Masero. Tugas utama satgas ini adalah optimalisasi PAD, khususnya soal pengawasan sehingga kebocoran-kebocoran yang selama ini terjadi bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujar Yusuf di sela-sela rapat Pansus di Ruang Komisi DPRD, Kamis (7/5/2026).
Pansus menilai, potensi daerah sangat besar, namun tanpa pengawalan yang ketat, target-target tersebut akan sulit tercapai secara maksimal. Satgas Masero diproyeksikan sebagai instrumen yang akan menggalang sumber PAD dari berbagai sektor secara transparan dan akuntabel.
Secara umum, potret pembangunan Tana Toraja sepanjang tahun 2026 berdasarkan LKPj bupati 2026 menunjukkan tren positif. Yusuf menjelaskan bahwa berdasarkan paparan dokumen dan hasil kunjungan lapangan, sebagian besar kegiatan penganggaran telah berjalan sesuai jalurnya.
“Secara keseluruhan LKPj 2026 Bupati telah berjalan dengan baik. Namun, tentu ada beberapa hal yang menjadi catatan kritis kami untuk perbaikan ke depan, dan penguatan PAD melalui Satgas ini adalah salah satu poin krusialnya,” tambahnya.
Rekomendasi strategis ini dijadwalkan akan segera dilaporkan dalam sidang Paripurna DPRD Tana Toraja. Jika disetujui, Satgas Masero akan menjadi mata dan telinga daerah dalam memastikan pembangunan terus berlanjut dengan pondasi fiskal yang bersih dan kuat.
Kini, publik menanti apakah semangat Masero yang digelorakan Bupati Zadrak Tombeg akan benar-benar bertaji di tangan Satgas ini dalam mengamankan pundi-pundi daerah demi kesejahteraan masyarakat Tana Toraja.
(*/ Fred)













