MEDIANTANEWS
RANTEAO ,— Langkah Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja tidak berhenti pada tataran wacana. Melalui Rapat Kerja I BPS Gereja Toraja yang berlangsung di Gedung Tangmentoe Hills, Rabu (7/10/2026), gereja resmi memperkuat komitmen pelayanan kemasyarakatan yang holistik dengan berfokus pada dua agenda strategis: kemandirian pangan jemaat dan transformasi pendidikan.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pdt. Dr. Alfred Y. R. Anggui, M.Th., Gereja Toraja merangkul Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk memacu sinergi lintas sektor.
Konkretnya, BPS Gereja Toraja menginisiasi gerakan food estate berbasis jemaat. Setiap jemaat lokal didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur menjadi lumbung pangan mandiri. Program ini mencakup pelatihan pertanian modern, penyediaan bibit unggul, hingga pengelolaan pascapanen berbasis komunitas.
“Perhatian kita saat ini berfokus pada kemandirian pangan dan transformasi pendidikan. Isu kemandirian pangan ini juga menjadi perhatian penting yang sedang dihadapi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia,” ujar Pdt. Alfred dalam pembukaan raker.
Gerakan pangan berkelanjutan ini diharapkan menjadi jawaban konkret atas tantangan iklim, seperti dampak fenomena El Nino dan ancaman kemarau panjang yang memengaruhi ketahanan pangan daerah.
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menyampaikan dukungan penuh terhadap fokus program yang diusung Gereja Toraja. Menurutnya, isu pendidikan dan pangan saling bertaut erat dengan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Selain ketahanan pangan, pendidikan sangat krusial. Berbagai masalah sosial kerap timbul akibat akses dan mutu pendidikan yang belum terpenuhi secara optimal,” tegas Zadrak.
Respons positif juga datang dari Yayasan Perguruan Kristen Toraja (YPKT). Bendahara YPKT yang juga anggota DPRD Tana Toraja, Yusuf Pangaroan, S.E., menilai langkah Gereja Toraja sangat relevan untuk masa depan jemaat.
“Perhatian terhadap pendidikan adalah modal besar bagi peningkatan kualitas warga jemaat ke depan. Kami mengapresiasi Gereja Toraja yang terus memacu transformasi pendidikan. Dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana juga tak kalah penting. Semangat kolaborasi inilah yang kita harapkan bersama,” tutur Yusuf disela- sela acara pembukaan tersebut.
Pembukaan Raker I BPS Gereja Toraja turut dihadiri jajaran Forkopimda, pengurus unit kerja dan lembaga Gereja Toraja, serta utusan dari seluruh klasis dan pengurus wilayah. Kegiatannya akan berlangsubg 7-9 Oktober 2026.
( * / fred )













