MEDIANTANEWS
MAKALE — Kepemimpinan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tana Toraja dijabat H. Usman Senong menjadi sorotan internal. Sejumlah dugaan penyimpangan, mulai dari penarikan iuran tanpa kejelasan hingga indikasi pencitraan, memicu keresahan di kalangan pegawai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari internal Kemenag Tana Toraja, proyek rehabilitasi sejumlah fasilitas—seperti kantin dan dapur milik Dharma Wanita—dinilai belum mendesak. Kegiatan tersebut tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Selain itu, lonjakan iuran Dharma Wanita secara mendadak dan pemotongan dana arisan yang dinilai tidak transparan turut dikeluhkan.
Kesenjangan antarpegawai pun kian terasa menyusul ketidakjelasan penggunaan anggaran olahraga ( Bapor ) serta pemberian dana pensiun KORPRI yang dianggap tidak layak. Apalagi ada juga kabar jika kenaikan gaji berkala disebutkan pula kadang dipersulit
Kondisi tersebut diperparah oleh pembagian ruangan kerja yang terkesan diskriminatif. Salah satu bidang harus menempati ruangan yang sempit dan pengap, sementara ruangan staf lain jauh lebih layak.
Jadi dari semua tudingan tersebut kesan pencitraan mulai jadi buah bibir dan perbincangan negatif.
“Semua ini dilakukan hanya untuk pencitraan,” ujar salah seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemenag Tana Toraja belum memberikan keterangan resmi. Saat didatangi jurnalis media ini pada Senin (20/7/2026), Kepala Kantor Kemenag Tana Toraja sedang tidak berada di tempat.
“Bapak tidak ada, sedang menjalankan tugas dinas luar,” ujar salah seorang staf Kemenag Tana Toraja.
(tim/red)













