MEDIANTANEWS
MAKALE – Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, kembali melakukan kunjungan rutin ke kompleks Sekolah Rakyat (SR) Tana Toraja di Buntu Mapongka, Kecamatan Mengkendek Rabu 30 September 2026 .
Peninjauan lapangan ini dilakukan guna memastikan kualitas pelayanan serta kesiapan seluruh fasilitas asrama dalam menyambut gelombang pertama siswa yang mulai masuk dan menetap di lingkungan sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, suasana haru dan optimisme mewarnai area asrama. Bupati Zadrak menyaksikan langsung tingginya antusiasme para siswa yang datang didampingi oleh orang tua serta wali mereka.
Hasil dan catatan dari peninjauan langsung tersebut kemudian disampaikan oleh Bupati Zadrak di hadapan sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja pada agenda penetapan APBD Perubahan 2026.
Di podium legislatif, ia menegaskan komitmen pemerintah bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan jawaban konkret agar anak-anak Toraja tidak boleh lagi ada yang putus sekolah akibat kendala ekonomi.
“Sekolah Rakyat adalah jawaban untuk mengatasi anak-anak putus sekolah karena biaya,” ujar Zadrak dalam pidatonya.
Di sela-sela peninjauan fasilitas, Bupati Zadrak sempat berdialog langsung dengan sejumlah orang tua murid. Ia mengaku sangat terharu mendengar testimoni dan luapan kegembiraan dari para warga yang merasa sangat terbantu oleh program pendidikan berasrama (boarding school) ini.
Melalui fasilitas Sekolah Rakyat, para orang tua kini tidak lagi dibebani oleh biaya konsumsi harian anak-anak mereka.
Mulai dari sarapan hingga makan siang, seluruh kebutuhan dasar siswa telah disediakan secara gratis oleh pihak sekolah. Kelegaan para orang tua semakin bertambah setelah mengetahui bahwa setiap siswa juga difasilitasi dengan perangkat gadget atau tablet gratis untuk mendukung efektivitas kegiatan belajar mengajar berbasis digital.
“Saya terharu, dari para orang tua menyambut sekolah rakyat sebagai solusi pendidikan anak-anak mereka,” kenang Zadrak di hadapan anggota dewan.
Lebih lanjut, Zadrak mengingatkan bahwa berdirinya Sekolah Rakyat yang megah di Mengkendek ini bukanlah proses yang instan. Fasilitas pendidikan berskala besar ini berhasil dibangun berkat kerja keras dan lobi intensif pemerintah daerah ke pemerintah pusat, hingga akhirnya berhasil masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan alokasi anggaran APBN mencapai Rp241,3 miiliar.
Ia tahu persis bagaimana rumitnya perjuangan di tingkat pusat, mulai dari tahap perencanaan yang kompleks hingga proses pembangunan fisik di lapangan. Namun, berkat tekad dan komitmen bersama, impian tersebut kini mulai dinikmati hasilnya oleh masyarakat luas.
“Dengan doa kita, perjuangan kita ke pusat sehingga jadi prioritas mendapatkan bantuan proyek strategis nasional. Mari kita bersama mengawal, mengawasi bersama sehingga tujuannya kita dapat raih. Sekolah Rakyat ini adalah jawaban bagi masalah pendidikan kita di Tana Toraja,” pungkasnya tegas.
( * / fred )











