MEDIANTANEWS
JAYAPURA, — Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2026–2031. Pengurusnya dikukuhkan langsung Gubernur Papua.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Gedung Tongkonan Kotaraja, Kota Jayapura, Kamis (8/10/2026), tidak sekadar menjadi seremonial organisasi, melainkan juga penegasan komitmen diaspora Toraja dalam menjaga harmoni dan mengakselerasi pembangunan di Bumi Cenderawasih.
Suasana pelantikan diwarnai momen menarik saat Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri secara spontan melayangkan pujian tinggi kepada Ketua Umum IKT Papua terpilih, AKBP Zet Saalino, SH, MH. Pujian tersebut terlontar tepat setelah Zet menyampaikan pidato visi dan misinya yang dinilai sarat akan semangat kebersamaan.
“Ternyata Zet ini hebat juga. Anda luar biasa, tidak salah kita mendidik,” puji Mathius, yang langsung disambut tepuk tangan gemuruh dari ratusan warga diaspora Toraja yang memadati gedung.
Dalam sambutan resminya, Gubernur Mathius D. Fakhiri menyampaikan apresiasi mendalam atas eksistensi warga diaspora Toraja. Selama ini, komunitas warga Toraja dikenal menjadi salah satu pilar penting yang menggerakkan roda ekonomi dan struktur sosial di Tanah Papua. Visi kepemimpinan Zet Saalino dinilai sangat visioner dan kontekstual dengan kebutuhan daerah saat ini.
Mathius berharap, kepengurusan IKT Papua yang baru dapat bertransformasi menjadi energi segar dalam memperkuat kemitraan inklusif bersama pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi untuk mengawal percepatan pembangunan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial dan tantangan kesejahteraan di Papua.
“Masyarakat Toraja di Papua dikenal memiliki komitmen tinggi, terampil, dan selalu hidup berdampingan dengan damai bersama masyarakat adat setempat. Saya berharap kepengurusan ini terus merawat nilai tersebut dan berdiri di garda depan dalam menjaga stabilitas keamanan serta kedamaian di Tanah Papua,” ujar Mathius.
Menjawab harapan tersebut, Ketua Umum IKT Provinsi Papua yang baru dilantik, AKBP Zet Saalino, menegaskan jajarannya akan segera bergerak cepat mengonsolidasikan program kerja.
Perwira menengah Polri ini menekankan bahwa persatuan internal yang kokoh menjadi modal utama sebelum membangun kolaborasi yang lebih luas dengan seluruh elemen di Papua.
Zet menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan warga IKT serta restu penuh dari Pemerintah Provinsi Papua.
Ia berharap kepengurusannya mampu membawa IKT Papua menjadi organisasi yang mandiri, solid, berkarakter, dan inklusif. Wadah ini ditargetkan tidak hanya bermanfaat bagi internal warga Toraja, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat luas di Papua.
“Komitmen kami jelas. Semangat filosofis ‘Siporanu Sipopa’dik – Sengkutu’ Banne – Sangboke Amboran’ akan menjadi fondasi utama bagi kami untuk saling menopang. Kami berkomitmen untuk selalu menanamkan filosofi hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat adat setempat, serta siap berkontribusi penuh menyukseskan program-program pembangunan pemda,” tegas Zet.
Prosesi sakral pelantikan pengurus IKT ini dirangkaikan pula dengan pelantikan fungsionaris Yayasan Tongkonan. Meski sempat mengalami penundaan dari jadwal semula karena masa duka, seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan ditutup dengan pergelaran seni budaya.
Hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua, tokoh-tokoh paguyuban Nusantara, serta para sesepuh masyarakat adat Toraja dan Papua.
( * / fred )













