MEDIANTANEWS
RANTEPAO, – Babak baru kemelut mutasi ASN Toraja Utara bergulir di tangan DPRD. Pembatalan mutasi dan pelantikan 147 pejabat pemkab Toraja Utara mendapat reaksi keras DPRD setempat. Bola panas pelantikan dan pembatalannya bakal menyeret bupati berurusan dengan DPRD Toraja Utara.
Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang ( Ombas) bakal dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Pemanggilan DPRD tersebut akan dilakukan setelah hampir semua anggota dewan sepakat untuk meminta penjelasan bupati Ombas bersama OPD terkait mulai dari proses pelantikan hingga pembatalnnya.
Ketua DPRD Toraja Utara Nober Rante Siama mengungkapkan rencana tersebut setelah menerima masukan baik dari anggota DPRD maupun dari beberapa aspirasi lainnya.
Kalangan anggota DPRD Toraja Toraja Utara menuding Ombas dalam melakukan pelantikan tersebut melanggar sejumlah aturan.
” Kita tinggal menunggu persetujuan pimpinan dan anggota dewan untuk kita jadwalkan, kita berharap bupati bisa memberikan penjelasan alasan pelantikan termasuk pembatalannya, waktunya dalam waktu dekat, ” katanya Kamis 4 Maret 2024.
147 pejabat pemkab yang ditempatkan pada sejumlah instansi dilantik 22 Maret 2024 lalu dan kemudian dilakukan pembatalan pada 29 Maret 2024 kini memang menyisahkan berbagai ragam masalah dan pertanyaan apa musababnya.
” Ini jadi viral dan mengundang berbagai polemik dan tanggapan warga, kita mau ada penjelasan dari bupati, biar publik segera tahu apa sebenarnya yang terjadi, ” kuncinya.
Sebelumnya dikabarkan pula kalau ternyata wakil bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong tak tahu menahu dengan mutasi itu. Ia tak dilibatkan dalam hal tersebut.
” Saya baru tahu beberapa jam sebelum pelantikan, dan saya tidak hadir karena berada di luar daerah, ” kata Frederik beberapa hari lalu kepada beberapa awak media.
( * / fred )













