MEDIANTANEWS
MAKALE – Bunda PAUD yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Tana Toraja, Dr. Erni Yetti, bergerak cepat dan masif dalam mengampanyekan program nasional Wajib Belajar 1 Tahun Pra-Sekolah di wilayah Tana Toraja. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan karakter dan mental anak-anak Toraja sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
Kampanye ini dilakukan secara kreatif melalui penyebaran banner sosialisasi di berbagai titik strategis dan media sosial. Gerakan aktif Bunda PAUD ini pun mendapat respons positif dan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah seorang tokoh dan pemerhati sosial Tana Toraja, Yuli Bura Parantean, menyampaikan dukungannya dalam sebuah ruang diskusi komunitas Toraja di platform WhatsApp. Menurutnya, langkah yang diinisiasi oleh Dr. Erni Yetti merupakan fondasi krusial bagi masa depan generasi muda.
“Ini program yang sangat bagus untuk pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral bagi anak yang dimulai sejak usia dini,” ujar Yuli Bura Parantean singkat.
Sebagai informasi, Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah merupakan kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini mewajibkan anak usia 5-6 tahun untuk mendapatkan akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari target besar Wajib Belajar 13 Tahun.
Kebijakan ini dirancang dengan beberapa tujuan utama demi tumbuh kembang anak yang optimal, di antaranya:
Pembangunan Karakter: Menanamkan nilai-nilai moral, agama, dan budi pekerti sejak dini.
Kesiapan Bersekolah: Melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan bersosialisasi agar anak tidak canggung saat masuk SD.
Stimulasi Tumbuh Kembang: Mengoptimalkan kemampuan motorik, kognitif, serta bahasa melalui metode bermain yang edukatif.
Pemerataan Akses: Memastikan semua anak dari berbagai latar belakang memiliki titik awal (start) pendidikan yang setara.
Dalam pelaksanaannya, program ini difokuskan bagi anak-anak rentang usia 5 hingga 6 tahun melalui berbagai satuan pendidikan formal maupun nonformal, seperti Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), kelompok bermain, atau layanan sejenis lainnya.
Melalui kampanye gencar yang dipelopori oleh Bunda PAUD Dr. Erni Yetti, diharapkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah lembang/kelurahan, hingga orang tua di Tana Toraja dapat bersinergi menyukseskan program ini demi melahirkan generasi emas Toraja yang cerdas dan berkarakter.
(Int / fred)













