MEDIANTANEWS
MAKALE – Pro dan kontra terkait kegiatan hiburan di objek wisata (Obwis) Patung Yesus Burake mendapat tanggapan dari Rasid Mappadang, aktifis Toraja Media Consultant Institute.
Rasid yang juga penggiat LSM ini menilai, polemik yang viral di media sosial tersebut dipicu oleh beredarnya informasi yang tidak lengkap dan terkesan subjektif.
Menurutnya, kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut kunjungan tamu penting Pemkab Tana Toraja itu adalah hal yang biasa dan tidak melanggar etika. Kegiatan yang dilakukan tak punya pelanggaran etika, malah ia sebut sebagai cara santai dalam menyambut kebersamaan tamu.
“Informasi ini viral karena adanya potongan video. Di dalamnya memang ada lagu berirama dangdut, lalu penyanyi dan tamu berjoget wajar. Apanya yang salah? Tamu dan semua yang hadir saat itu tampil sopan, sama sekali tidak ada yang seronok,” jelas Rasid, Minggu (12/7/2026).
Ia menyayangkan narasi yang beredar tanpa adanya data yang utuh serta penjelasan dari pihak terkait, sehingga memicu polemik di masyarakat. Menyalahkan kegiatannya dianggapnya pula sebagai hal yang berlebihan serta dibuat- buat saja.
“Apapun alasannya, informasi harus disertai konfirmasi apalagi yang namanya berita , jangan diplintir hanya mengambil potongan video dan mengumpulkan tanggapan dari media sosial. Faktanya tidak ada yang salah di sana. Objek wisata ini terbuka untuk umum dan kegiatan serupa sudah sering dilakukan. Mari kita bersama-sama menjadi warga sadar wisata yang ramah dan santun untuk mendukung daerah ini,” harapnya.
Kegiatan yang sempat disorot tersebut ternyata merupakan acara ramah tamah untuk menyambut rombongan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, yang diisi dengan jamuan dan hiburan, sambil menikmati pemandangan petang dan malam dari atas bukit Burake di mana patung Yesus berada itu.
“Yang datang itu rombongan pejabat negara. Saya yakin sekali tidak ada yang seronok. Beberapa waktu lalu juga pernah ada kegiatan pentas busana di sana, bahkan di depannya ada spot jembatan kaca, dan tidak ada yang ribut. Mari kita jaga daerah kita sebagai tujuan wisata yang ramah bagi semua orang,” tutup Rasid.
(*/fred)













