iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta
iklan-hut-medianta

Dedi Bongga Tokoh Inspiratif Koperasi Nasional 2026, Profilnya Beredar di Arena Sidang SSA- GT 26 Palopo

Bagikan:

MEDIANTANEWS.

PALOPO – Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta, Dedi Bongga, menjadi pusat perhatian dalam momen peringatan Hari Koperasi ke-79 yang jatuh pada 12 Juli 2026. Dedi dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Inspiratif Koperasi Nasional.



Wajah Dedi bahkan terpilih menjadi sampul depan Majalah Peluang edisi Juli 2026—sebuah media koperasi berskala nasional.

Ia masuk dalam daftar 10 tokoh berprestasi nasional di bidang koperasi berkat keberhasilannya membawa KSP Balo’ta sebagai koperasi berprestasi nasional sekaligus salah satu lembaga ekonomi terbesar yang kini telah mengepakkan sayap cabangnya ke berbagai provinsi.

Prestasi ini bukan yang pertama bagi Dedi. Pada tahun 2024, ia dinobatkan sebagai Tokoh Koperasi Tingkat Pratama Nasional. Sebelumnya, pada tahun 2022, Dedi juga menerima penghargaan dari Presiden RI sebagai pengelola dana bergulir dan KUR klaster terbaik nasional.

“Pertama-tama, selamat Hari Koperasi Nasional. Terkait penghargaan sebagai tokoh inspiratif, tentu semua ini bisa kita raih karena kebersamaan. Kita patut bersyukur atas segala prestasi dan penghargaan nasional yang diterima KSP Balo’ta selama ini,” ujar Dedi dengan nada rendah hati di sela-sela kegiatannya menghadiri Sidang Sinode Am (SSA) Gereja Toraja di Palopo, Senin (13/7/2026).

Di luar sederet prestasi gemilangnya di dunia koperasi, nama Dedi Bongga kini mencuat sebagai salah satu calon kuat untuk menduduki posisi strategis di jajaran pengurus Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja periode 2026–2031.
⁹ò

Profilnya beredar luas di kalangan peserta utusan SSA dan mendapat respons positif, terutama untuk posisi Ketua IV BPS Gereja Toraja.

Salah satu dukungan datang dari Prof. Dr. Petrus Roreng, utusan dari Wilayah Makassar. Ia menilai kiprah Dedi sebagai majelis gereja sudah tidak diragukan lagi. Dedi dikenal sebagai sosok yang cakap, berdedikasi, sederhana, dan tulus.

“Menjadi pengurus BPS yang utama adalah soal panggilan jiwa. Sosok DB (panggilan akrab Dedi Bongga) tidak hanya punya kemampuan, tetapi dia juga tulus dan siap melayani. Rekam jejak pelayanannya sangat baik,” ungkap Prof. Roreng di sela-sela agenda sidang pleno SSA hari ini.

Pemilihan pengurus BPS Gereja Toraja periode 2026–2031 memang menjadi salah satu agenda utama dan perbincangan paling hangat di kalangan utusan SSA ke-26 saat ini.

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses