Camat Tomoni Timur Dukung Gerakan RT/RW Sadar BPJS Ketenagakerjaan


Bagikan:

MEDIANTANEWS

LUWU TIMUR, — BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Luwu Timur memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur untuk mempercepat cakupan kepesertaan bagi pekerja informal.

Melalui gerakan literasi hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), perlindungan sosial ini diproyeksikan menjadi instrumen utama dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

Langkah strategis ini diawali dengan audiensi jajaran BPJS Ketenagakerjaan Luwu Timur yang diwakili oleh Account Representative Danang Suryo Adi dan Ferdi di Kantor Camat Tomoni Timur, Rabu (29/4/2026). Kehadiran mereka diterima langsung oleh Camat Tomoni Timur, Yulius, didampingi Sekretaris Kecamatan, Delta Datu Tasik.

Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada implementasi Gerakan RT/RW dan Rumah Ibadah Sadar BPJS Ketenagakerjaan . Program ini merupakan bagian dari Program Prioritas ke-10 Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengenai perlindungan sosial adaptif dalam RPJMD 2025-2029.

Camat Tomoni Timur, Yulius, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa jaminan sosial adalah kunci stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Perlindungan sosial adalah investasi untuk mencegah kemiskinan baru. Dengan keterlibatan rumah ibadah dan tokoh masyarakat sebagai simpul edukasi, saya optimis kesadaran warga akan meningkat. Kami siap memfasilitasi penuh,” tegas Yulius.

Momentum ini juga bertepatan dengan berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2025. Regulasi ini memberikan stimulus berupa keringanan iuran sebesar 50 persen bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja mandiri selama periode April hingga Desember 2026.

Account Representative BPJS Ketenagakerjaan, Danang Suryo Adi, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat 1.176 pekerja rentan di Tomoni Timur telah terlindungi program pemerintah daerah. Meski demikian, edukasi mandiri tetap krusial untuk mencapai Universal Coverage Jamsostek (UCJ).

“Target kami adalah UCJ. Dengan stimulus iuran dari pemerintah pusat, beban masyarakat menjadi lebih ringan untuk mendaftarkan diri secara mandiri guna mencegah risiko ekonomi akibat kecelakaan kerja atau kematian,” ujar Danang.

Berdasarkan data BPS tahun 2025, angka kemiskinan di Luwu Timur berada pada level 5,79 persen. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga tren penurunan angka kemiskinan dengan memberikan kepastian perlindungan bagi keluarga pekerja.

Sebagai tindak lanjut, Camat Tomoni Timur berkomitmen segera melakukan sosialisasi teknis ke delapan desa di wilayahnya guna memastikan manfaat stimulus iuran ini terserap maksimal sebelum akhir

( rls / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses