MEDIANTANEWS,
MAKALE — Pembinaan mental dan iman anak-anak sejak dini merupakan fondasi utama dalam merawat masa depan gereja, daerah, hingga bangsa. Di balik proses panjang pembentukan karakter tersebut, ada dedikasi tulus para pengurus dan guru Sekolah Minggu Gereja Toraja (SMGT) yang patut mendapat perhatian serta apresiasi kolektif.
Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Drs. Benyamin Patondok, M.M., pelaksanaan Rapat Kerja IV SMGT yang berlangsung di Jemaat Kasimpo, Makale, Tana Toraja, Kamis (1/10/2026).
Pria yang akrab disapa Bento ini mengaku tersentuh ketika mengenang perjalanan hidup dan masa kecilnya. Mantan aktivis PPGT dan GMKI yang juga pernah mengabdi sebagai guru sekolah minggu—baik di kampung halaman maupun saat menempuh studi perguruan tinggi di Makassar—ini menegaskan bahwa keberadaannya hari ini tidak terlepas dari peran para pendidik usia dini yang tak lain adalah dari para guru sekolah minggunya dulu.
Bento mengungkapkan, berbagai pencapaian hidup, posisi strategis, hingga amanah jabatan penting yang dipercayakan kepadanya saat ini merupakan buah manis dari fondasi iman, mental, dan ajaran dasar yang ditanamkan oleh para guru sekolah minggu di masa kecilnya.
“Kita patut mengacungkan apresiasi dan menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas dedikasi tulus para guru sekolah minggu. Dari tangan dingin merekalah anak-anak dibina serta dibekali ajaran iman. Merekalah yang melahirkan generasi penerus bagi gereja, daerah, dan bangsa,” ujar Bento.
Bento menilai, Raker V SMGT menjadi momentum strategis bukan hanya untuk konsolidasi dan evaluasi program internal, melainkan juga untuk menggalang perhatian yang lebih luas, baik dari Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja maupun pemerintah daerah.
Ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi yang serba terbuka tanpa sekat. Kondisi ini menuntut gereja untuk hadir memberikan solusi konkret agar generasi muda tidak larut dan terbawa arus negatif modernisasi.
“Menghadapi kemajuan teknologi yang kian pesat, kita berharap Raker V ini melahirkan rumusan program yang adaptif. Harus ada kerangka kerja yang mengajak anak-anak berdamai dan bijak memanfaatkan era digital, tentu dengan pendekatan iman Kristen serta kurikulum pengajaran yang tepat,” tegasnya.
Menurut Bento, masa depan gereja dan masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan dasar pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, sinergi antara sinode, pemerintah, tokoh masyarakat, dan orang tua sangat diperlukan untuk menyokong tugas pelayanan para guru sekolah minggu.
“Selamat bersidang kepada seluruh pengurus dan peserta Raker V SMGT. Tetaplah teguh melayani dalam Karena Kristus atas panggilan mulia ini. Pengabdian kalian adalah berkat bagi masa depan gereja, bangsa, dan tanah Toraja,” pungkasnya.
Raker IV SMGT akan dibuka sore ini Kamis 1 / 10 / 2026 , selain ibadah juga akan diramaikan oleh pentas seni dan pujian rohani. kegiatan ini akan berlangsung 1 – 3 Oktober 2026 .
( * / fred )













