MEDIANTANEWS,
MAKALE — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja bersama Komisi 1 DPRD Tana Toraja sepakat untuk segera meninjau dan merenovasi Asrama Mahasiswa Toraja di Sleman, Yogyakarta, yang baru saja mengalami musibah kebakaran.
Langkah cepat ini diputuskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Tana Toraja, Kamis (15/10/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi 1 Medi Sura’ bersama Wakil Ketua DPRD Leonardus Tallupadang tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja dr. Rudhy Andilolo, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan alumni penghuni asrama.
Selain menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas insiden kebakaran tersebut, forum rapat menyepakati penanganan renovasi asrama akan dialokasikan dalam APBD Tana Toraja Tahun Anggaran 2027. Tentu dengan memperhatikan ketersediaan anggaran yang bisa dialokasikan.
Dalam pembahasan tersebut, muncul wacana untuk meningkatkan status bangunan asrama menjadi Mess Mahasiswa. Selain sebagai tempat tinggal, gedung ini nantinya diproyeksikan sebagai tempat akomodasi sementara bagi mahasiswa baru, tempat menginap bagi orang tua murid yang berkunjung, pusat kegiatan mahasiswa Toraja, hingga fasilitas penunjang kepentingan daerah lainnya.
Sekda Tana Toraja, dr. Rudhy Andilolo, mengungkapkan bahwa aset tanah dan bangunan tersebut secara sah terdaftar sebagai milik Pemkab Tana Toraja. Namun, selama ini pengelolaannya belum optimal akibat keterbatasan regulasi.
“Kita menyatakan keprihatinan bersama. Ini adalah aset daerah kita yang sah terdaftar melalui sertifikat. Sebelumnya, pengelolaan dan peruntukannya tidak terurus dengan baik karena kendala aturan. Namun, saat ini mari kita pikirkan bersama agar aset ini dapat lebih berdaya guna bagi anak-anak Toraja yang menuntut ilmu di sana,” ujar Rudhy.
Berdasarkan catatan daerah, pemeliharaan terakhir pada bangunan tersebut hanya berupa pengecatan yang dilakukan pada tahun 2019. Setelah itu, tata kelola aset sempat terabaikan selama bertahun-tahun.
Wakil Ketua DPRD Leonardus Tallupadang menegaskan pentingnya langkah cepat dari pemerintah daerah. Ia meminta agar peninjauan langsung segera dilakukan untuk menentukan besaran anggaran yang dibutuhkan.
Senada dengan hal tersebut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan, Ikal Peterson, menekankan bahwa selain fisik bangunan, tata kelola keberlanjutan juga harus dirumuskan secara matang.
“Ini keprihatinan kita bersama. Kita tinjau terlebih dahulu kondisi di lapangan untuk menentukan langkah penanganannya. Aset ini diharapkan bisa lebih bermanfaat, termasuk wacana peningkatan statusnya menjadi Mess Mahasiswa. Namun yang tidak kalah penting adalah kepastian tata kelola dan peruntukannya ke depan,” tegas Ikal.
Usai memimpin RDP, Ketua Komisi 1 Medi Sura’ memastikan rombongan Pemkab dan DPRD akan bertolak ke Yogyakarta dalam waktu dekat.
“Secepatnya kita akan meninjau lokasi, jika tidak ada halangan dijadwalkan minggu depan,” pungkas Medi.
(*/fred)













