Menjelang Lebaran, Pemkab Luwu Timur Perkuat Strategi ‘Mesin 4K’ Jaga Stabilitas Harga


Bagikan:

MEDIANTANEWS

LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bergerak cepat memperkuat strategi pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1447 H.

Melalui High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab memastikan angka inflasi daerah saat ini masih berada dalam level yang terkendali.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, inflasi tahunan di Luwu Timur tercatat sebesar 5,86 persen. Angka ini menempatkan Luwu Timur pada posisi menengah yang relatif aman dibandingkan wilayah lain di Sulawesi Selatan.

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, yang memimpin rapat di Aula Sasana Praja, Senin (16/3), menyatakan bahwa kondisi ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan intervensi kebijakan sebelum puncak arus Lebaran.

“Posisi kita di tengah, tidak terlalu tinggi namun tidak terlalu rendah. Ini adalah kesempatan kita memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil hingga Idul Fitri agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Ramadhan mewakili Bupati Luwu Timur.

Meskipun harga beras, minyak goreng, dan daging sapi terpantau stabil, pemerintah tetap mewaspadai komoditas hortikultura dan protein seperti tomat, cabai rawit, ayam ras, serta ikan cakalang yang kerap menjadi pemicu inflasi bulanan.

Sebagai langkah konkret, TPID Luwu Timur mengandalkan strategi “Mesin 4K”, yang meliputi keterjangkauan Harga: Penyelenggaraan operasi pasar murah di 10 kecamatan dan inspeksi distribusi LPG 3 kg.

Pun ketersediaan Pasokan: Optimalisasi cold storage dan penguatan gerakan tanam cepat cabai. Kelancaran Distribusi: Sidak rutin pada rantai pasok ikan dan daging ayam. Komunikasi Efektif: Sosialisasi kampanye “Belanja Bijak” dan transparansi harga secara real-time.

Operasi pasar murah dijadwalkan akan dimulai pada minggu ketiga Maret di 10 titik kecamatan. Selain itu, menjelang H-10 Idul Fitri, tim gabungan akan memperketat pengawasan harga melalui sidak langsung ke distributor utama guna mencegah penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

Ramadhan menegaskan, fokus utama pemerintah adalah memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan dan energi.

( Rilis / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses