MEDIANTANEWS
RANTEPAO – Gelombang dukungan terhadap Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja terus mengalir deras menyusul konsistensi lembaga tertinggi Gereja Toraja tersebut dalam menyuarakan pemberantasan judi dan berbagai penyakit sosial di Toraja Utara dan Tana Toraja dan .
Dukungan ini muncul sebagai respon atas dinamika sosial yang memanas beberapa waktu terakhir atas aksi demo di depan halaman kantor BPS Gereja Toraja pekan yang lalu. Mereka seolah satu komando pasang badan dukung BPS Gereja Toraja berantas judi dan penyakit sosial.
Dukungan tidak hanya datang dari internal gereja, namun juga dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan pemuda. Seluruh jajaran Organisasi Intra Gerejawi (OIG) Gereja Toraja menyatakan sikap satu komando di belakang BPS. Pun dukungan kuat juga datang dari ribuan guru sekolah minggu gereja Toraja.
Tak ketinggalan, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ( GMKI )serta sejumlah ormas lainnya turut mengecam keras segala bentuk intimidasi terhadap gereja dalam pemberantasan judi dan penyakit sosial lainnya.
Elemen-elemen ini menyesalkan aksi berlebihan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Pemerhati Adat di halaman Kantor BPS Gereja Toraja belum lama ini. Yamg sebenarnya ingin berdiskusi menemui pengurusan BPS namun berlangsung tidak terkontrol dan nyaris ricuh.
Bagi para pendukung, aksi tersebut dianggap telah melukai marwah Gereja Toraja sebagai institusi keagamaan yang menjadi pilar moral masyarakat, khususnya warga Gereja Toraja.
“Kami sangat menyesalkan aksi yang terjadi di halaman BPS. Itu adalah simbol marwah Gereja Toraja. Kritik boleh saja, tapi jika sudah masuk ke ranah intimidasi terhadap lembaga yang sedang memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan melawan penyakit sosial seperti judi, maka kami tidak akan tinggal diam,” ujar Malpin S.Pd Ketua umum Pengurus Pusat PPGT.
Lebih lanjut, koalisi pendukung BPS ini meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas bagi siapapun yang melakukan aksi dan bertindak onar di sekitar area yang jadi tempat pusat pelayanan kegiatan administrasi Gereja Toraja .
Mereka berharap pihak kepolisian dan aparat lainnya untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Menurut mereka, gerakan BPS Gereja Toraja dalam memberantas judi dalam bentuk apapun adalah amanat pelayanan yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat demi masa depan generasi Toraja yang lebih baik.
“Jangan benturkan adat dengan gereja untuk kepentingan segelintir kelompok. Judi adalah penyakit sosial, dan upaya BPS untuk memberantasnya adalah langkah mulia yang harus dikawal bersama,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, berbagai pernyataan sikap resmi dari OIG dan ormas-ormas terkait terus dirilis sebagai bentuk penguatan moral bagi BPS Gereja Toraja dalam menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang merasa terganggu dengan gerakan pemberantasan penyakit sosial tersebut.
( * / fred )













