iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta

Rakernas GKP di Toraja Utara: Bersinergi Bangun Pelayanan dan Membentengi Generasi




Bagikan:

MEDIANTANEWS

RANTEPAO , – Suasana sejuk di kawasan wisata Dipomomelo Pindan dan Sammith Pindan, Domadatu , dan Batara White House, Toraja Utara, dipastikan akan terasa berbeda pada 10-12 Juni 2026 mendatang.




Ratusan hamba Tuhan dan tokoh penting dijadwalkan berkumpul di sana. Mereka datang bukan sekadar untuk menikmati keindahan alam, melainkan untuk menggumuli sebuah misi penting yakni merawat iman sekaligus mencari solusi atas maraknya penyakit sosial yang mengancam generasi muda.

Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) siap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-X. Mengusung tema ‘ Bersyukur dan Berkarya untuk Kerajaan Allah’ , ajang ini dirancang melampaui sekat-sekat birokrasi organisasi, melainkan menjadi ruang temu yang humanis antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.

Sekitar 500 utusan pelayan iman dari berbagai penjuru daerah dipastikan hadir. Agenda utama mereka adalah konsolidasi internal dan evaluasi program kerja menyeluruh. Namun lebih dari itu, Rakernas ini menjadi alarm kepedulian terhadap realitas sosial saat ini.

Dua bupati ( Tana Toraja dan Toraja Utara) dijadwalkan untuk memmberikan sambutan, sejumlah pejabat penting di Tana Toraja dan Toraja Utara juga turut jadi undangan.

Sekretaris Umum GKP, Pdt. Marten Sampe, S.Th. , menegaskan bahwa gereja tidak boleh menutup mata terhadap dinamika dan luka yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

“Forum Rakernas ini bukan sekadar ajang konsolidasi internal GKP . Kita sangat berharap ada rekomendasi pwnting bagi dawrah dan generasi muda, ini juga menjadi sarana pelayanan iman untuk bersama-sama menggumuli berbagai penyakit sosial yang saat ini marak bergejolak di tengah jemaat dan warga masyarakat,” ujar Pdt. Marten kepada MEDIANTANEWS, Jumat (5/6/2026).

Kesadaran bahwa gereja tidak bisa berjalan sendiri tecermin dari daftar undangan yang akan hadir. Pembukaan acara ini direncanakan dihadiri oleh Bupati Toraja Utara beserta jajarannya,pejabat Kementerian Agama RI, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), hingga Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Anggui.

Kehadiran lintas sektor ini diharapkan menjadi momentum emas untuk memperkuat sinergi. Kolaborasi antara GKP, pemerintah daerah, dan antar-denominasi gereja dipandang sebagai kunci utama untuk memutus rantai penyakit masyarakat yang kian mengkhawatirkan di Toraja.

Melalui Rakernas ke-X di Toraja Utara ini, GKP ingin memastikan bahwa setiap program yang lahir nantinya tidak hanya bergema di dalam dinding tempat ibadah, tetapi berdampak nyata sebagai solusi konkret demi menyelamatkan generasi masa depan.

(Rls / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses