iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta

SSA Ke 26 ,Pesta Lintas Etnis di Bumi Sawerigading : Merayakan Iman, Menepis Sekat Persaingan di Altar Gereja Toraja

Bagikan:

MEDIANTANEWS

PALOPO – Semarak Pembukaan Sidang Sinode Am (SSA) Gereja Toraja ke-26 di Gedung LCC Palopo, Kamis (9/7/2026), tidak sekadar diwarnai hiruk-pikuk pujian dan penyembahan. Suasana pembukaan berubah menjadi panggung etalase lintas etnis yang anggun, dibalut kehangatan tradisi adat Tanah Luwu di bumi Sawerigading.



Warna-warni busana adat dan pernak-pernik budaya lokal tampak memukau ribuan mata yang hadir. Kehadiran tokoh dan bangsawan Opu dari Kedatuan Luwu bersama rombongan semakin menegaskan pesan bahwa perhelatan iman ini adalah ruang perjumpaan yang inklusif dan merangkul semua golongan.

Di tengah demam pesta bola dunia yang sedang menyita perhatian publik, magnet SSA di Kota Palopo tetap tak tergoyahkan. Ribuan peserta dan masyarakat tumpah ruah merayakan sukacita bersama melalui berbagai atraksi seni dan budaya yang memikat.

Dukungan pun mengalir deras dari berbagai penjuru. Spanduk dan banner ucapan selamat dari para pejabat, pimpinan lembaga, hingga kepala daerah mengepung sudut-sudut kota.

Tampak hadir di barisan undangan Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Anggota DPR RI Irjen Pol (Purn) Frederik Kala’lembang, serta anggota DPRD Provinsi sekaligus mantan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung. Acara akbar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Palopo.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Anggui, menyampaikan refleksi dan capaian strategis selama lima tahun terakhir. Ia memberikan apresiasi mendalam atas dukungan seluruh unsur jemaat yang mengawal pelayanan hingga SSA ke-26 ini dapat terwujud.

“Kita tidak berjalan sendiri. Apa yang sudah kita capai, kita syukuri. Atas semua keterbatasan dan kekurangan dalam periode lima tahun ini, kami memohon maaf,” ungkap Pdt. Alfred dengan penuh ketulusan.

Namun, di balik riuh kemeriahan pesta budaya tersebut, ada esensi luhur yang harus tetap dijaga. Persidangan ini merupakan persidangan gerejawi yang bersifat “Am” (umum dan semesta)—sebuah forum kudus yang dilaksanakan untuk dan atas nama Sang Kepala Gereja, Tuhan Yesus Kristus.

Oleh karena itu, maksud utama dari persidangan Am ini adalah menyatukan hati demi kepentingan pelayanan jemaat, bukan tempat untuk memupuk ambisi politik praktis.

Fokus utama persidangan difokuskan pada pengisian kabinet pengurus Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja untuk lima tahun ke depan dengan cara menghindari persaingan kandidat yang berlebihan dan sikut-menyikut yang tidak sehat.


Ditemui secara terpisah di lokasi kegiatan, salah seorang utusan persidangan, Drs. Joni Jungkir, menekankan bahwa SSA ke-26 adalah momentum strategis untuk merumuskan arah pelayanan, kesejahteraan, dan peningkatan iman jemaat ke depan.

Mantan aktivis PPGT ini memuji berbagai terobosan BPS periode lalu, mulai dari penanganan bidang pendidikan, kesehatan, hingga tata kelola administrasi dan keuangan yang semakin transparan dan akuntable.

Joni berharap, proses penentuan pengurus BPS yang baru dijauhkan dari ego kelompok dan ambisi pribadi yang berlebihan. Pengisian struktur kabinet harus mencerminkan panggilan pelayanan yang murni, bukan panggung perebutan kekuasaan.

“Semuanya kita berharap keputusan diambil dalam pendekatan kasih. Persidangan ini harus lebih fokus pada kebutuhan jemaat. Siapa pun yang nantinya terpilih, itu adalah kehendak Tuhan. Kita mengapresiasi luar biasa capaian BPS selama lima tahun terakhir, terutama kemajuan signifikan di bidang pendidikan dan kesehatan,” pungkas Joni.

Ketika malam mulai larut di Kota Palopo, lampu-lampu aula LCC tetap menyala terang, mengiringi langkah para utusan yang bersiap masuk ke ruang sidang dari 9 – 14 Juli 2026 mendatang.

Mereka para utusan akan membawa harapan yang sama: membawa pulang hasil keputusan yang teduh, damai, dan penuh berkat bagi seluruh jemaat Gereja Toraja.

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses