MEDIANTANEWS / EDITORIAL
MAKALE,– Momentum Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menempatkan Kepolisian Resor (Polres) Tana Toraja pada radar penilaian publik yang cukup ketat. Berdiri di atas lanskap sosiologis yang unik—di mana tatanan hukum adat dan hukum positif negara harus berjalan beriringan—performa Korps Bhayangkara tidak pernah lepas dari sorotan kritis pers.
Melalui Rubrik Sorot Redaksi edisi khusus ini, MEDIANTANEWS.COM mencoba menelisik lebih dalam performance kepemimpinan Kapolres Tana Toraja saat ini, AKBP Budi Hermawan, S.I.K. Sejak resmi memegang tongkat komando per April 2025 lalu menggantikan AKBP Malpa Malacoppo, perwira menengah jebolan Bareskrim Polri ini membawa ekspektasi besar di pundaknya.
Bagaimana rapor kinerjanya dalam meniti harmoni antara tantangan kamtibmas dan pencapaian prestasi?
Gaya Kepemimpinan: Defensif-Taktis dan Penguatan Internal dan menelisik rekam jejak kepemimpinannya, AKBP Budi Hermawan tampak memilih pendekatan yang cenderung defensif-taktis namun kokoh di penguatan internal.
Sebagai mantan Kanit V Subdit III Dittipideksus Bareskrim Polri, insting regulasi dan proseduralnya sangat terasa dalam menata soliditas personel di Mapolres Tana Toraja.
Redaksi media ini mencatat, salah satu indikator keberhasilan manajemen internalnya terlihat pada konsistensi pembinaan karier anggotanya.
Langkah ini krusial, mengingat reformasi kultural di tubuh Polri seringkali mandek akibat lemahnya soliditas di tingkat bawah. Dengan memastikan hak-hak personel dan reward-and-punishment berjalan objektif, ia berhasil menjaga ritme kerja operasional Polres tetap stabil di tengah tingginya tensi kegiatan adat kemasyarakatan di Toraja.
Menjaga denyut pluralisme dan respons sosial akan terus dikerjakan. Di bidang eksternal, performa yang patut diacungi jempol adalah keluwesannya dalam merajut komunikasi sosial.
Tana Toraja adalah rahim dari pluralisme yang matang, namun rapuh jika tidak dirawat. Melalui safari kamtibmas proaktif, AKBP Budi Hermawan mampu memosisikan diri sebagai figur pengayom yang tidak berjarak dengan tokoh agama, tokoh adat (To Parengnge’), maupun elemen masyarakat sipil.
Sentuhan humanismenya juga mewujud nyata lewat aksi filantropi sosial menjelang Hari Bhayangkara.
Penyaluran bantuan sosial bagi warga prasejahtera di berbagai lembang (desa) bukan sekadar kegiatan karitatif, melainkan sebuah pesan simbolis bahwa kehadiran negara melalui institusi kepolisian harus dirasakan langsung oleh lambung masyarakat yang membutuhkan.
Pekerjaan rumah dan tantangan transparansi sudah menanti.
Namun, di balik catatan positif tersebut, Sorot Redaksi MEDIANTANEWS.COM tetap memberikan catatan kritis sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pers. Publik Toraja hari ini adalah publik yang kritis.
Tantangan nyata yang masih membentang di hadapan Kapolres adalah penuntasan kasus-kasus konvensional yang menyentuh penyakit masyarakat, seperti judi sabung ayam yang kerap mendompleng ritual adat, hingga ancaman kejahatan siber (judi online dan penipuan digital) yang mulai merangsek ke wilayah pedesaan.
Kemampuan mitigasi taktis dari jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) dan Satuan Intelkam yang baru saja mengalami penyegaran struktural beberapa waktu lalu, kini benar-benar diuji di bawah pengawasan langsung Kapolres.
Catatan akhir redaksi dan editorial ini, Hari Bhayangkara harus dijadikan momentum bagi AKBP Budi Hermawan untuk membuktikan bahwa konsep Presisi bukan sekadar jargon yang mentereng di baliho-baliho protokol, melainkan sebuah realitas penegakan hukum yang membumi.
Masyarakat Tana Toraja tidak hanya membutuhkan polisi yang tegas secara hukum, tetapi juga polisi yang memegang teguh prinsip Misa Kada—konsistensi total antara komitmen kebijakan dan realitas pelayanan di lapangan.
Raport satu tahun lebih kepemimpinan AKBP Budi Hermawan menunjukkan tren yang positif dan stabil. Tugas berikutnya adalah memastikan bahwa stabilitas ini bertransformasi menjadi rasa aman yang absolut bagi setiap warga, pelaku usaha, dan wisatawan di bumi Tondok Lepongan Bulan Tana Matari’ Allo.
Selamat Hari Bhayangkara. Salama’ Kurre Sumanga’!
( redaksi )













