MEDIANTANEWS
MAKALE — Keputusan Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menunjuk Alfian Andilolo sebagai Camat Mengkendek yang baru. Tugas beban berat pun sudah siap menunggu. Pilihan spesial ini tidak boleh tanggung dalam tugas, PR beratnya bukan main-main.
Pilihan ini dinilai tepat, meski penugasan tersebut memikul tanggung jawab yang jauh dari kata ringan. Mengkendek bukan sekadar wilayah administratif, melainkan pilar strategis yang memikul beban ganda.
Sebagai pintu masuk utama, Mengkendek adalah wajah awal sekaligus penjaga marwah pariwisata Toraja. Kesan pertama wisatawan saat menginjakkan kaki di Toraja sangat ditentukan oleh kondusivitas, keindahan, dan kesejukan wilayah ini.
Di saat yang sama, wilayah ini merupakan rumah bagi berbagai sarana dan objek vital negara, seperti Bandara Toraja, kampus megah Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja—perguruan tinggi negeri terbesar di Toraja—serta Sekolah Rakyat. Pengamanan dan pengawalan aset-aset strategis ini menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Di samping pengamanan objek vital, tantangan krusial lain yang menuntut penanganan tegas adalah maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) ilegal. Keberadaan sarang THM tanpa izin operasi ini menjadi “PR Besar” bagi Alfian untuk menertibkan lingkungan sosial demi menjaga citra Toraja sebagai destinasi wisata budaya yang bernilai tinggi.
Tugas berat ini kini berada di pundak seorang pamong yang juga putra dari almarhum Puang A.Y.K. Andilolo, tokoh legendaris yang pernah memimpin Tana Toraja selama tiga periode. Publik pun menanti kiprah dan rekam jejak kepemimpinannya dalam menata wilayah yang padat aset strategis dan kaya dinamika ini.
“Saya kira yang paling utama adalah sinergi bersama. Doakan dan dukung saya dalam menjalankan tugas ini. Tentu amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kolaborasi dari semua pihak adalah modal utama kerja saya,” ujar Alfian sesaat setelah pelantikan, Jumat (14/8/2026).
(Rsd/Fred)













