iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta

Tinggalkan Sistim Open Dumping, Mamasa Sambut Babak Baru Pengelolaan Sampah




Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAMASA, – Udara bersih dan lingkungan yang sehat kini bukan lagi sekadar impian bagi masyarakat Kabupaten Mamasa. Langkah nyata menyongsong masa depan hijau itu dimulai pada Kamis, 10 Juni 2026.




Kemarin , jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mamasa turun langsung menapakkan kaki di dua lokasi krusial: TPA Malabo dan TPA Salubue. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah aksi nyata untuk mengeksekusi Keputusan Menteri LH Nomor 561 Tahun 2025.

Mamasa tengah bersiap melakukan transisi besar. Sistem lama yang menumpuk sampah di ruang terbuka (open dumping) akan segera ditinggalkan.

“Ini akan kita tindak lanjuti dengan menutup TPA Salubue yang masih menggunakan sistem open dumping dan membuka TPA Malabo. Ke depan, kita akan menggunakan pemrosesan akhir sampah dengan sistem sanitary landfill,” ujar Kepala Dinas LH Kabupaten Mamasa, Ir. Hery Kurniawan M,Si,MM, dengan nada optimis.

Langkah ini bukan tanpa modal. Hery menjelaskan bahwa DLH Mamasa bergerak cepat menyusun dokumen Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH).

Komitmen ini pun telah mendapat restu penuh dari Gubernur Sulawesi Barat melalui SK No. 500.9.14.2/14/2026, serta diperkuat oleh Rekomendasi DLHK Provinsi Sulbar No. B/600.4.3.2/705/V/2026.
Dengan lampu hijau tersebut, TPA Malabo siap difungsikan dalam waktu dekat sebagai wajah baru pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Menutup TPA tentu tidak sekadar mengunci gerbang. TPA Salubue yang selama ini menampung beban sampah akan “disembuhkan” agar tidak menjadi bom waktu bagi lingkungan sekitar.

“TPA Salubue akan kita tutup dengan tanah urug. Ini langkah penting untuk mengakhiri sistem open dumping sekaligus mencegah dampak buruk lanjutan terhadap lingkungan dan kesehatan warga,” tambah Hery.

Pengoperasian TPA Malabo ini menjadi tonggak sejarah baru. Langkah ini merupakan wujud kepatuhan terhadap UU Nomor 18 Tahun 2008, sekaligus menjadi motor penggerak RoadMap rencana akselerasi penuntasan pengelolaan sampah di seluruh bumi Mamasa.

Momentum transisi ini terasa kian spesial karena bertepatan dengan gaung Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Mengusung tema nasional “Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Mamasa ingin merayakannya dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika.

Rencananya, peresmian TPA Malabo akan dikemas bersamaan dengan aksi penanaman pohon. Tak hanya itu, gerakan korvei atau kerja bakti massal akan digalakkan di sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Mambi, Aralle, Bumal, Bambang, Rantim, Tabulahan, hingga Mehalaan.

Di akhir kunjungannya, Hery menitipkan pesan humanis bagi seluruh warga Mamasa. Masa depan lingkungan yang asri harus dimulai dari langkah kecil di dapur kita sendiri.

Masyarakat diajak untuk menjadi pahlawan iklim lewat gerakan sederhana: mulai memilah sampah langsung dari rumah tangga.

( Rls / Fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses