iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta
iklan-hut-medianta

Inovasi Mahasiswa KKN Unhas Dongkrak Nilai Tambah Kopi Rumbia Drip Bag JENETALLASA

Bagikan:

MEDIANTANEWS.COM

JENEPONTO , — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 116 menghadirkan inovasi pengolahan kopi lokal Desa Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, ke dalam format kemasan praktis drip bag.



Langkah ini digagas untuk meningkatkan nilai tambah (value added) komoditas kopi setempat sekaligus menangkap peluang pasar dari wisatawan Agrowisata Gunung Bulu Bialo.

Program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN, Andrew Bangkit Medianta, ini berangkat dari fakta bahwa hasil panen kopi Rumbia selama ini mayoritas dijual secara konvensional.

Akibatnya, potensi ekonomi produk belum tergarap maksimal dan wisatawan belum memiliki opsi oleh-oleh khas berbahan kopi lokal.

Inisiatif diawali dengan dialog pemetaan potensi bersama pelaku usaha lokal, Sapri (pemilik Dua Bungsu Coffee), serta perwakilan Kelompok Pemuda Tani (GenPITA) pada 10 Juli 2026. Dari diskusi tersebut, tim KKN bersama mitra menyepakati pengembangan Drip Bag Coffee berbasis biji kopi (beans) lokal Jenetallasa sebagai solusi memperluas jangkauan pasar

Detail Formulasi dan Pengemasan Produk KKN
* Uji Coba Produk: Dilaksanakan 30 Juli 2026 di fasilitas pengolahan Dua Bungsu Coffee bersama GenPITA.
* LStandar Rasa: Formulasi ideal ditemukan pada ukuran gilingan sedang (medium grinding size) dengan gramasi 10 gram per sachet.Proteksi Kemasan: Menggunakan sistem dua lapis (aluminium foil dan pouch) guna menjaga kualitas rasa, aroma, serta estetika produk.

Dosen Pembimbing Lapangan, Ilham Syarif, mengapresiasi terobosan yang dilakukan para mahasiswa dalam menghubungkan potensi pertanian daerah dengan sektor pariwisata.

“Melalui inovasi kemasan drip bag dari mahasiswa KKN, produk lokal tidak hanya naik kelas secara nilai ekonomi, tetapi juga menjadi identitas yang memperkuat daya tarik wisata Desa Jenetallasa,” ujar Ilham, Sabtu (1/8/2026).

Sementara itu, penggagas program, Andrew Bangkit Medianta, menjelaskan bahwa inovasi tersebut dirancang agar komoditas daerah memiliki daya saing lebih tinggi.

“Kami ingin memperkenalkan cita rasa khas kopi Rumbia dalam kemasan yang praktis, higienis, dan ramah bagi wisatawan. Harapannya, program KKN ini memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Andrew.

Sinergi antara mahasiswa KKN, UMKM Dua Bungsu Coffee, dan GenPITA ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pemasaran kopi Rumbia sebagai produk unggulan Desa Jenetallasa.

( andre-adv/fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses