MEDIANTANEWS
MAKALE – Jelang perhelatan Sidang Sinode Am Gereja Toraja (SSA-GT) ke-26 di Kota Palopo pada 9-14 Juli 2026, bursa nama calon pengurus yang akan duduk di struktur periode 2026–2031 mulai ramai diperbincangkan.
Pengisian struktur sinode organisasi gereja terbesar warga Toraja ini diprediksi bakal berlangsung ketat. Dua nama, yakni Drs. Dedi Bongga, MM dan Pdt. Daud Palelingan, kini mulai santer disebut-sebut bakal masuk dalam kabinet Badan Pekerja Sinode (BPS) GT yang baru.
Dedi Bongga, yang saat ini menjabat sebagai salah satu pimpinan KSP Balo’ta, dikenal sangat aktif. Rekam jejak serta kemampuannya di kalangan warga Gereja Toraja sudah tidak diragukan lagi.
Begitu pula dengan Pdt. Palelingan. Sosok pelayan yang aktif di berbagai kegiatan jemaat dan mantan aktivis PPGT ini juga memiliki pengalaman di berbagai unit kerja BPS. Ia digadang-gadang bakal menduduki salah satu jabatan strategis, seperti Wakil Ketua atau Ketua Bidang dalam struktur baru BPS mendatang.
Menurut informasi dari beberapa sumber, Dedi Bongga tidak hanya populer di kalangan pelayanan, tetapi juga berpotensi mendapat dukungan kuat dari anggota dan kader KSP Balo’ta yang menjadi utusan dalam persidangan tertinggi Gereja Toraja tersebut.
Sementara itu, Pdt. Palelingan yang dikenal selalu hadir mendampingi pelayanan jemaat di berbagai wilayah Gereja Toraja, juga diprediksi mendulang simpati.
Karakternya yang dinilai tak kenal lelah dalam menjalankan tugas kapan pun dan di mana pun, menjadi modal kuat selain kemampuan dan pengalamannya.
“Kedua sosok ini bakal menjadi perhatian dan figur potensial bagi para peserta serta utusan SSA. Nama mereka makin gencar disebut-sebut untuk masuk dalam jajaran pengurus BPS periode mendatang,” ungkap salah seorang sumber media ini, Selasa (1/7/2026).
Di sisi lain, posisi Ketua Umum dan Sekretaris Umum BPS GT tampaknya masih sulit tergantikan. Nama Pdt. Dr. Alfred Anggui dan Pdt. Dr. Christian Tanduk Langi dinilai masih cukup kuat dan diprediksi akan kembali terpilih untuk periode 2026–2031.
Perebutan kursi pengurus diprediksi akan ramai pada posisi lima Ketua Bidang/Wakil Ketua, Bendahara, Wakil Sekretaris Umum (Wasekum), serta posisi pimpinan di unit-unit kerja BPS seperti yayasan pendidikan dan kesehatan.
Saat ini, persiapan menjelang pelaksanaan SSA ke-26 terus dikebut. Sejumlah pejabat dan tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam acara akbar yang akan diikuti oleh sekitar tiga ribuan peserta tersebut.
(*/fred)













