iklan-hut-medianta
Berita  

Bulan Mamase Tarik Kemenparekraf Siap Datang Ke Mamasa Dorong Jadi Even Wisata Nasional


Bagikan:

MEDIANTANEWS

JAKARTA, — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi serta komitmen konkret untuk mengoptimalkan potensi besar pariwisata dan ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.



Dukungan pusat tersebut diarahkan untuk mendorong pembenahan destinasi secara komprehensif agar Mamasa siap ditetapkan sebagai salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) nasional.

Even Bulan Mamase yang telah ditetapkan kegiatan tahunan jadi magnet kuat tarik Kemenparekraf untuk datang ke Mamasa , bulan April 2027 akan datang.


Komitmen strategis ini mengemuka dalam rangkaian audiensi intensif Pemerintah Kabupaten Mamasa di Jakarta. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama jajaran melakukan pertemuan mendalam dengan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, serta Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Agustini Rahayu.

Pembahasan diarahkan secara taktis pada percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata, bantuan sarana-prasarana, promosi destinasi, hingga pemberdayaan masyarakat lokal [~]. Langkah ini menjadi bagian penting dari perwujudan visi “Mamasa Menuju Mamase”: Maju, Mandiri, dan Sejahtera.

Sebagai bentuk intervensi nyata, Kemenparekraf menyatakan kesiapannya untuk mendampingi tata kelola event di Mamasa agar naik kelas menjadi agenda tahunan berskala nasional.

Secara khusus, Kemenparekraf membidik festival budaya “Bulan Mamase” yang akan digelar tahun depan untuk didorong masuk ke dalam kalender pariwisata nasional sekaligus menjadi ikon wisata baru bagi Sulawesi Barat.

Pihak kementerian juga memberikan lampu hijau terkait kucuran bantuan sarana dan prasarana fisik untuk pengembangan destinasi, serta berjanji akan menghadiri langsung perhelatan Bulan Mamase tersebut.

“Kita bersyukur mendapat kesempatan audiensi ini. Kemenparekraf sangat antusias menyambut kita. Selain pendampingan untuk pengembangan destinasi, juga ada komitmen bantuan sarana dan prasarana.

Event Bulan Mamase menjadi perhatian untuk dikunjungi tahun depan dan didorong menjadi kalender wisata nasional. Harapan besar kita, Mamasa bisa segera ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata kedepan,” ujar Bupati Welem Sambolangi, Selasa (4/11/2026).

Dalam pemaparannya di hadapan otoritas kementerian, Bupati Welem membedah sejumlah inisiatif ekonomi kreatif (ekraf) lokal yang tengah berjalan di lapangan.

Di antaranya meliputi pembukaan kawasan kuliner terpadu, penyediaan area pertunjukan seni di Lapangan Mamasa, pengembangan musik bambu, hingga promosi kain tenun khas Mamasa sebagai produk budaya unggulan.

Merespons keseriusan tersebut, Deputi Agustini Rahayu yang didampingi direktur terkait menyatakan siap memasukkan Kabupaten Mamasa ke dalam cetak biru Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional.

Kemenparekraf menilai Mamasa memiliki modal alam dan keunikan budaya yang sangat kuat untuk dikembangkan sebagai lokasi kegiatan berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), terutama dalam memposisikan diri sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sebagai langkah awal kolaborasi, pusat akan segera memfasilitasi program inkubasi bagi pelaku usaha kreatif lokal serta menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi fotografi kehumasan di Mamasa.

Melalui keterlibatan langsung lintas deputi dan direktorat ini, ekosistem pariwisata pedalaman Sulawesi Barat tersebut diproyeksikan tumbuh akseleratif dalam waktu dekat.

( * / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses