iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta

Kaji Tiru ke Tana Toraja, Kadis DP2KBP3A Mamasa Kunjungi YESMa dan UPTD PPA


Bagikan:

MEDIANTANEWS,

MAKALE — Semangat untuk melindungi perempuan, anak, serta kelompok rentan di Kabupaten Mamasa membawa Sintia, MM, bersama staf meretas jarak menuju Tana Toraja.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Mamasa itu memboyong jajarannya melakoni studi kaji tiru pada Selasa (13/10/2026).

Langkah ini diambil guna menyerap praktik baik penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pencegahan pernikahan usia dini, hingga tata kelola program inklusif yang telah berjalan berkelanjutan di Tana Toraja.

Dalam kunjungannya, Sintia dan rombongan bertandang ke markas Yayasan Eran Sangbure Mayang (YESMa)—mitra pelaksana Program Inklusi Kemitraan Australia-Indonesia menuju Masyarakat Inklusif (BaKTI). Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus YESMa.

Dalam pertemuan tersebut, Sintia menyampaikan komitmennya untuk menjalin kerja sama serupa demi memperkuat ruang aman bagi kelompok rentan di Mamasa.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Mamasa dapat menjalin kemitraan untuk program inklusif, khususnya dalam pemberdayaan, penanganan kasus kekerasan anak dan perempuan, serta perlindungan kelompok rentan lainnya. Terima kasih atas masukan berharga yang kami terima, ini menjadi bekal penting untuk kami terapkan di Mamasa,” ujar Sintia.

Usai berdiskusi di YESMa, rombongan melanjutkan peninjauan ke kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Tana Toraja. Lembaga layanan yang telah beroperasi selama dua tahun tersebut secara konsisten mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk mendukung operasional perlindungan masyarakat.

Melihat tata kelola UPTD PPA Tana Toraja, Sintia optimistis kelembagaan serupa dapat segera beroperasi optimal di daerahnya.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan struktur organisasinya. Harapannya, dalam waktu dekat pejabat dan staf pengisinya dapat segera dilantik,” tuturnya.

Apresiasi tinggi datang dari Program Officer YESMa, Lenynda Tondok. Ia menilai langkah proaktif Pemkab Mamasa merupakan wujud nyata kepedulian daerah terhadap isu-isu kemanusiaan dan kesetaraan.

“Pengajuan kerja sama program sudah disampaikan Pemkab Mamasa kepada lembaga mitra. Satu hal yang sangat luar biasa dan patut kita beri apresiasi adalah semangat dan keseriusan dari DP2KBP3A Mamasa. Kedatangan mereka secara langsung menjadi bukti komitmen kuat untuk menghadirkan program inklusi di wilayahnya,” ungkap Lenynda.

(//fred)*


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses