MEDIANTANEWS —
MAKALE ,- Langkah nyata antisipasi bencana banjir terus dipercepat di wilayah perkotaan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Dalam sepekan terakhir, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menerjunkan dua unit alat berat untuk membenahi dan melebarkan aliran Sungai Aka, Sungai Surame, hingga kawasan Sitarda.
Pengerukan difokuskan pada titik-titik rawan yang mengalami pendangkalan serius serta penyempitan alur air. Selama ini, luapan air dari dua sungai utama yang membelah Kota Makale tersebut kerap merendam permukiman warga setiap kali curah hujan meningkat.
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg meninjau langsung proses pengerukan di lapangan guna memastikan aliran air kembali lancar sebelum puncak musim hujan tiba.
“Setelah normalisasi Sungai Aka dan Sungai Surame, kini Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melanjutkan normalisasi Sungai Sitarda di kawasan Kota Makale,” ujar Zadrak di sela-sela peninjauannya.
Zadrak menjelaskan, penanganan berupa pengerukan endapan material sedimen dan pembersihan sampah menjadi krusial agar daya tampung sungai kembali optimal.
Langkah sistematis ini merupakan cerminan komitmen Pemkab Tana Toraja dalam mewujudkan program Tana Toraja MASERO—wilayah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Namun, Zadrak menegaskan bahwa pengerukan alat berat hanyalah bagian dari ikhtiar fisik. Kunci utama keberlanjutan lingkungan dan bebas banjir berada di tangan masyarakat itu sendiri.
“Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai. Karena sungai yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Zadrak mengajak seluruh elemen warga dikutip dari laman media sosial miliknya, Rabu 14 Oktober 2026.
Melalui normalisasi dan kesadaran kolektif warga dalam merawat sungai, Kota Makale diharapkan tidak hanya bebas dari ancaman banjir rutin, tetapi juga tumbuh menjadi ruang hidup yang asri dan aman bagi generasi mendatang.
(*/fred)













