MEDIANTANEWS
MAKALE — Yayasan Magnolia Champaca Virginia selaku mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan I Makale menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada masyarakat Tana Toraja, pemerintah daerah, pihak sekolah, serta para siswa dan orang tua yang terdampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (15/9/2026).
Permohonan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Louice Cristiana Mangontan, dalam konferensi pers yang digelar di Arion Cafe, Makale. Langkah ini sekaligus merespons polemik dari potongan video pernyataannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Tana Toraja yang sempat viral di media sosial.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Tana Toraja, Pemda, pihak sekolah, serta terutama kepada anak-anak kami yang terdampak beserta orang tuanya. Sebagai putri berdarah Toraja asal Makale, saya dan keluarga sangat prihatin dan merasa deeply terbawa sedih atas kejadian ini. Sama sekali tidak ada maksud lain,” ujar Louice dengan nada haru, sesaat sebelum acara itu dimulai.
Louice menegaskan bahwa peristiwa yang berdampak pada ratusan siswa tersebut murni berada di luar perkiraan dan harapan pengelola. Padahal, seluruh jajaran petugas dapur telah melalui proses seleksi ketat serta pelatihan standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami telah berusaha bekerja maksimal sesuai SOP. Para petugas pun sudah mengikuti pelatihan dan siap bekerja di jam-jam yang tak biasa. Namun, kejadian ini sungguh di luar dugaan dan prediksi kami. Kami semua sangat menyesal,” ungkapnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional, pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional program MBG. Evaluasi tersebut mencakup pembenahan sarana dan prasarana, kelengkapan fasilitas dapur, hingga perketat pengawasan yang bekerja sama dengan dinas-dinas terkait.
Selain perbaikan internal, pengelola terus memantau perkembangan kesehatan para siswa dan guru yang sempat menjalani perawatan medis. Pengelola juga intens berkoordinasi dengan BGN guna penanganan biaya perawatan seluruh korban di rumah sakit.
Terkait rekaman video di RDP yang ramai diperbincangkan warga net, Louice mengklarifikasi bahwa potongan video tersebut tidak menampilkan penjelasan secara utuh sehingga memicu penafsiran yang berbeda di tengah publik.
Guna meluruskan hal tersebut dan menjalin silaturahmi, pihak pengelola berencana menggelar pertemuan silaturahmi langsung dengan pihak sekolah, para siswa, serta orang tua murid.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Tana Toraja, pimpinan dan anggota DPRD, pihak rumah sakit, sekolah, serta seluruh orang tua yang bertindak cepat dan peduli menangani musibah ini,” tutur Louice.
“Kami berdoa agar anak-anak dan para guru segera pulih sepenuhnya. Sekali lagi, atas nama pengelola, mitra, pribadi, dan keluarga, kami memohon maaf. Kami memohon petunjuk dan dukungan dari semua pihak agar ke depan dapur SPPG dapat kembali beroperasi dengan sistem pengawasan dan standar pelayanan yang jauh lebih ketat,” pungkasnya.
(Rasid / Fred)













