MEEDIANTANEWS
JAYAPURA,— Di balik pengawalan tugas-tugas kepolisian dan dinamika kepemimpinan kemasyarakatan di Tanah Papua, tersimpan rekam jejak panjang seorang tokoh yang tak hanya berdedikasi tinggi pada korps, tetapi juga mengukir tinta emas bagi dunia olahraga nasional.
Dialah Zet Saalino, S.H., M.H., Ketua Terpilih Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua yang baru—sosok perwira humanis dengan deretan prestasi voli mancanegara yang tetap membumi dan berakar kuat pada bumi kelahirannya, Toraja.
Bagi masyarakat Toraja di perantauan maupun di kampung halaman, nama Zet Saalino bukan sekadar figur pejabat kepolisian. Pria yang kini mengemban amanah sebagai Kapolres Yahukimo ini dikenal luas sebagai pribadi yang bersahaja, hangat, dan mudah berbaur. Kehadirannya senantiasa menghadirkan rasa teduh, baik dalam kapasitasnya sebagai penegak hukum maupun pelindung warga paguyuban.
Sebelum menduduki berbagai posisi strategis di Tanah Papua, kiprah olahraga Zet Saalino telah berhembus kencang sejak ia bertugas sebagai Wakapolres Tana Toraja. Tangan dingin di lapangan voli dari Wakapolres hingga torehan prestasi di panggung arena Asia – Pasifik.
Di tanah kelahirannya itu, ia menanam fondasi pembinaan olahraga dengan membawa tim bola voli Tana Toraja sukses menyabet medali emas pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan berprestasi gemilang di Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Keahliannya sebagai pelatih (coach) dan pembina olahraga tidak berhenti di level daerah. Reputasi tangan dinginnya terdengar hingga tingkat nasional dan internasional. Berbagai ajang olahraga regional hingga lintas negara pernah menjadi saksi sejarah kejayaan tim yang berada di bawah asuhannya:
* PON Kaltim (2007): Memimpin dan mengarsiteki Tim Bola Voli PON Papua hingga berhasil merebut Medali Emas.
* SEA Games Laos (2008): Dipercaya mengawal Tim Bola Voli Indonesia dan sukses mempersembahkan Medali Emas untuk Merah Putih.
* Kejuaraan Asia-Pasifik Thailand (2009): Membawa Tim Putra Indonesia menyapu bersih Juara 1 di tiga kota penyelenggara (Nakhon Si Thammarat, Phatthalung, dan Songkhla).
* SEA Games Palembang (2011): Mengantarkan Tim Putra Indonesia mendominasi panggung olahraga Asia Tenggara dengan meraih Medali Emas & Perak (All Indonesia Final).
*
Teranyar, komitmen pembinaannya terbukti nyata dalam ajang Kejuaraan Bola Voli Kapolda Cup 2026 kelompok usia 19 tahun (U-19) yang berlangsung di Kabupaten Biak pada 16–21 Juli 2026.
Dalam kejuaraan bergengsi yang diikuti oleh 21 kabupaten dan 4 perwakilan provinsi se-Papua Raya tersebut, anak-anak muda binaan Zet Saalino dari Polres Yahukimo berhasil keluar sebagai Juara 1 setelah menaklukkan Kabupaten Merauke dengan skor 3-1 di partai final.
Meski telah mengoleksi deretan medali emas tingkat internasional, Zet Saalino tidak pernah jemawa. Impian dan perhatiannya justru tertuju pada pembinaan atlet usia dini, khususnya di kampung halamannya, Toraja. Ia merindukan lahirnya talenta-talenta muda dari pelosok kampung yang kelak mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa.
“Semoga saya bisa terus berbagi pengalaman dan dedikasi dalam pembinaan olahraga bola voli untuk anak-anak usia dini, baik di Papua maupun di tanah kelahiran saya di Toraja. Pembinaan karakter dan disiplin sejak dini adalah kunci masa depan generasi muda kita,” kata AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. beberapa waktu lalu.
Niat tulus ini disambut hangat oleh pemuda dan tokoh olahraga di Toraja. Pengalamannya meramu taktik dan membangun mental juara dinilai sebagai aset berharga yang sangat dibutuhkan untuk membangkitkan kembali kejayaan olahraga di Tana Toraja dan Toraja Utara.
Sisi menarik lainnya dari Zet Saalino adalah keterikatan batinnya yang tak pernah pudar terhadap Toraja. Separuh jiwa di kampung halamannya serta kepeduliannya tanpa batas
Meski disibukkan dengan tugas negara sebagai perwira polisi dan agenda kemasyarakatan di Papua, perhatiannya terhadap kegiatan sosial di Toraja tetap mengalir konsisten. Seolah-olah, separuh jiwanya tetap bersemayam di bumi Lakipadada.
Kehadiran dan perhatiannya kerap dirasakan warga dalam berbagai momentum adat dan kemasyarakatan. Baik dalam suasana kegembiraan pesta adat syukuran (rambu tuka’) maupun ritual kedukaan (rambu solo’), sosoknya dikenal selalu hadir menguatkan, memberi perhatian, dan menyokong berbagai kegiatan pemuda serta pengembangan potensi kepariwisataan lokal.
“Beliau sangat peduli dengan keluarga dan kampung halaman. Perhatiannya kepada anak-anak muda dan berbagai kegiatan di kampung sangat terasa. Meskipun punya jabatan dan prestasi nasional, beliau selalu tampil sederhana, hangat, dan mudah berbaur dengan siapa saja tanpa sekat,” ungkap salah seorang kerabatnya di Lemo, Kecamatan Makale Utara.
Kini, dengan amanah baru sebagai Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua, kiprah Zet Saalino dipastikan akan semakin luas.
Sifatnya yang humanis, rekam jejak prestasinya yang gemilang, serta kecintaannya yang mendalam pada kampung halaman menjadi modal besar dalam mempererat tali persaudaraan warga Toraja di tanah perantauan Papua, sekaligus menjadi jembatan pengabdian bagi kemajuan Toraja.
( Rsd / Fred )













