Liputan Khusus : HUT ke 69 Tana Toraja dan Hari Jadi Toraja ke 779
MEDIANTANEWS — Rangkaian peringatan HUT Kabupaten Tana Toraja ke-69 dan Hari Jadi Toraja ke-769 diawali dengan panggung festival dibalut tema pesona tenun dan budaya. Pasar Seni Makale jsdi pusat kegiatan yang akan berlangsung Sabtu 29 Agustus 2026.
Kegiatan yang disupport kuat oleh Dekranasda dan TP-PKK Tana Toraja ini bukan sekadar etalase pameran, melainkan pementasan daya kreatif UMKM serta industri rumah tangga di Tana Toraja.
Potensi daerah yang berdaya saing kini kian dilirik oleh para desainer nasional. Acara ini akan diramaikan oleh sejumlah penenun dan desainer melalui pagelaran fashion show serta hiburan akan menyemarakkan kegiatan yang akan menarik perhatian para desainer dari luar maupun di Tana Toraja.
Selain itu, lomba rancang kain selendang tenun Tana Toraja turut menjadi ajang unjuk nilai estetika dalam event yang rencananya dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi RI, Ferry Julianto, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di kawasan Pasar Seni Makale.
Ketua Dekranasda Tana Toraja, Dr. Erni Yetty Riman, yang juga Ketua TP-PKK menegaskan bahwa tenun Toraja kian diminati seiring dengan pembinaan dan pelatihan bagi para perajin.
“Tenun Tana Toraja tak sekadar potensi budaya, tetapi juga menjadi produk penting kebangkitan UMKM tenun di Tana Toraja. Kita terus bina melalui pendampingan, pelatihan, serta promosi,” kata Dr. Erni, beberapa waktu lalu di sekretariat Dekranasda.
Dampak positif sentuhan program PKK dan Dekranasda juga dirasakan pada sektor perdagangan serta ekonomi kreatif di pusat Kota Makale. Sektor ini mengalami eskalasi signifikan seiring selesainya penataan kawasan Pasar Seni Makale. Kawasan tersebut kini diposisikan sebagai pusat industri tenun dan galeri seni kerajinan rakyat yang mempertemukan langsung perajin lokal dengan pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi sentra kuliner berbasis pangan lokal serta tempat rekreasi sehat warga.
Revitalisasi Pasar Seni dirancang untuk memutus rantai distribusi yang panjang, sehingga nilai tambah ekonomi dari karya tenun khas Toraja dan produk turunan kopi Arabika dapat dinikmati secara langsung oleh para perajin dan petani lokal. Pemerintah daerah bekerja sama dengan asosiasi UMKM memberikan pendampingan dalam hal standardisasi mutu, pengemasan (packaging), hingga pemasaran digital.
Komoditas unggulan seperti kopi Toraja dengan indikasi geografisnya serta motif kain tenun tradisional yang kaya filosofi kini terus didorong agar memiliki daya saing global.
Geliat Pasar Seni Makale membuktikan bahwa tradisi tenun dan perkopian tidak sekadar dilestarikan sebagai warisan masa lalu, melainkan dihidupkan sebagai komoditas ekonomi masa depan.
( tim redaksi )













