MEDIANTANEWS
MAKALE — Badan Kehormatan (BK) DPRD Tana Toraja didesak segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota dewan yang malas menghadiri rapat paripurna. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada oknum wakil rakyat diketahui sudah berulang kali absen dalam agenda penting tersebut.
Meski identitas oknum legislator malas tersebut belum diungkap ke publik, desakan agar BK segera menjatuhkan sanksi kini mulai diendus kuat ke publik.
Ketua DPRD Tana Toraja, Drs. Kendekrante, mengakui dirinya telah berulang kali dihubungi berbagai pihak terkait masalah kedisiplinan anggotanya. Ia menegaskan bahwa kehadiran anggota dewan diatur ketat dalam Tata Tertib (Tatib) dan wajib dipatuhi.
“Saya sudah beberapa kali dihubungi untuk dimintai informasi soal itu. Namun, semua ada mekanismenya. Badan Kehormatan yang memiliki wewenang. Jika ada pengaduan resmi, tentu akan diproses karena Tatib DPRD sudah mengatur hal tersebut dengan jelas,” ujar Kendekrante, Sabtu (20/6/2026).
Sorotan tajam tidak hanya datang dari berbagai pihak . Kalangan aktivis dan penggiat LSM di Tana Toraja juga ikut mengecam perilaku buruk oknum wakil rakyat tersebut.
Mereka menilai, anggaran besar yang dikucurkan untuk tunjangan DPRD seharusnya berbanding lurus dengan kinerja mereka, bukan malah dibalas dengan absennya kehadiran di rapat penting.
Selain masalah absensi, agenda kunjungan kerja (kunker) keluar daerah yang dinilai tidak efektif dan efisien juga ikut dikritik keras.
Aktivis LSM Tana Toraja, Rasid Mappadang, menegaskan bahwa di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang sulit, DPRD seharusnya tahu diri dan memangkas kegiatan yang menghamburkan anggaran.
“Anggota dewan yang memang malas, apalagi sering absen paripurna, harus segera diberi peringatan atau sanksi tegas! Selain itu, kurangi kunjungan keluar daerah. Keuangan daerah kita sedang sulit. Jangan dikit-dikit keluar daerah kalau tidak penting. Jika sifatnya hanya koordinasi yang bisa dilakukan via daring (online), sebaiknya lewat daring saja,” tegas Rasid.
(* / fred )











