iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta
iklan-hut-medianta
Berita  

Kiprah TP PKK Tana Toraja Dekatkan Layanan Paspor dan Ruang Inklusif di CFD Makale

Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAKALE , -,Ruang publik bukan sekadar tempat melangkahkan kaki atau berolahraga santai melintasi jalur lingkar Kolam Makale pada setia Sabtu pagi.



Di bawah sentuhan dingin Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tana Toraja, arena Car Free Day (CFD) perlahan berubah menjadi ruang perjumpaan warga yang hangat, inklusif, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Pada Sabtu pekan depan, tepatnya 8 Agustus 2026, suasana CFD Pemkab Tana Toraja bakal terasa makin bermakna. Bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, TP PKK Tana Toraja mendorong terobosan pelayanan keimigrasian melalui program Pasporia (Paspor Ceria). Pola pelayanan jemput bola ini membawa meja petugas imigrasi langsung ke tengah-tengah ruang terbuka publik.

Ketua TP PKK Tana Toraja, Dr. Erni Yetti, menegaskan bahwa keberadaan CFD seyogianya tidak berhenti sebagai sarana kebugaran fisik atau sekadar rekreasi keluarga. Lebih dari itu, ruang terbuka ini menyimpan potensi besar untuk dihadirkan sebagai pusat pelayanan publik yang ramah, cepat, dan tidak kaku.

“Mari kita manfaatkan momen ini bersama-sama. Bagi warga yang membutuhkan dokumen perjalanan, silakan datang. Sambil berolahraga santai dan menikmati jajanan kuliner tradisional bersama keluarga, pengurusan paspor kini bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan menyenangkan,” ujar Dr. Erni Yetti, Jumat (31/7/2026).

Dalam program Pasporia ini, Kantor Imigrasi Parepare menyiapkan kuota pelayanan sebanyak 35 pemohon di lokasi CFD Makale. Warga tidak hanya mendapatkan kemudahan proses pendaftaran dan berkas di tempat, tetapi juga memperoleh ruang edukasi serta informasi utuh seputar keimigrasian dalam suasana yang cair tanpa sekat birokrasi yang formal.

Langkah TP PKK Tana Toraja dalam menghidupkan ruang publik ini beriringan dengan komitmen merawat ekonomi kerakyatan secara berkeadilan. Sejak diresmikan beberapa bulan lalu oleh Bupati Tana Toraja, kawasan lingkar Kolam Makale kian memikat hati warga sebagai episentrum kegiatan akhir pekan.

Tak sekadar menjadi ajang promosi kuliner khas dan makanan tradisional Toraja, arena ini turut menjadi panggung kesetaraan bagi kelompok rentan. Di salah satu sudut pelataran, berdiri Coffee Inklusi—gerai kopi yang dikelola secara mandiri oleh teman-teman penyandang disabilitas.

Kehadiran gerai tersebut menjadi bukti nyata bahwa keberadaan TP PKK dan Pemkab Tana Toraja tidak hanya fokus pada kemudahan administratif warga, tetapi juga memastikan ruang-ruang pembangunan daerah tetap ramah, inklusif, dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

(rsd/fred)


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses