iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta
iklan-hut-medianta

Kejar Penghargaan Adipura, Pusdal LH Puji Pemkab Mamasa Tangani Pengelolaan Sampah


Bagikan:

MEDIANTANEWS

MAMASA – Pemerintah Kabupaten Mamasa memperkuat sinergi dengan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi-Maluku untuk mengoptimalkan penanganan sampah demi mengejar target penghargaan Adipura.




Pertemuan lintas sektor ini dipimpin langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama jajaran Forkopimda di Aula Kana Cottage, Mamasa, Kamis (27/8/2026).

Kedatangan tim Pusdal LH Sulawesi-Maluku yang dipimpin oleh Kabid Wilayah Arnianah Alwi tidak hanya untuk memberikan pendampingan teknis, tetapi juga mendampingi penyelesaian sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait tata kelola sampah di Mamasa.

Tim memberikan apresiasi khusus atas komitmen tegas kepemimpinan bupati Welem Sambolangi dengan wakilnya H Sudirman dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak lingkungan. Dan Mamasa dinilai pemerintahannya sangat serius dan punya komitmen tinggi dalam pembenahan sampah dan penanganan kerusakan lingkungan.

Salah satu terobosan besar Pemkab Mamasa melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) adalah pengaktifan kembali Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mala’bo yang sempat mangkrak selama kurang lebih 12 tahun. tempat pembuangan sampah di Salubue dianggap tak layak dan harus ditutup untuk tak lagi dipergunakan.

Saat ini, TPA Mala’bo telah memenuhi standar pengelolaan sampah berbasis modern, dengan beberapa kelengkapan parameter susulan yang siap dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Upaya meraih Adipura didukung ketersediaan regulasi pokok melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah. Kepala DLH Kabupaten Mamasa, Herry Kurniawan, menjelaskan bahwa program inovasi ini bertujuan memperkuat koordinasi terintegrasi dari tingkat pusat hingga desa.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengurangan dari sumbernya, pemilahan, pengangkutan, hingga pengelolaan di TPA. Keterlibatan camat dan kepala desa sangat krusial agar edukasi serta aksi pemilahan sampah menjangkau lapisan masyarakat terbawah secara berkelanjutan,” ujar Herry.

Dalam fase awal penilaian Adipura yang akan berlangsung mulai September 2026 hingga pertengahan tahun 2027, ketersediaan anggaran yang memadai menjadi langkah strategis yang akan ditempuh.

Berdasarkan hasil pendampingan awal Pusdal LH menilai sebagian indikator penilaian telah terpenuhi dan Pemkab Mamasa optimistis dapat menyempurnakan sisa parameter untuk memboyong Trophy Adipura.

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, berharap koordinasi dengan Pusdal LH Sulawesi-Maluku—yang membawahi wilayah Sulbar, Sulsel, dan Sultra—dapat berlanjut ke aksi konkret di lapangan guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik wilayah Mamasa.

“ Penghargaan serta ucapan terimah kasih Pemkab Mamasa bagi Pusdal LH Sulawesi – Maluku atas perhatiannya berupa pendampingan kita berharap tindak lanjut ini akan kita sikapi tentu dengan sinergi dan dan kebersamaan semua pihak , “ harapnya

(Rls / Fred)


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses