MEDIANTANEWS
MAKALE, — Forum Media Inklusif Toraja bersama Yayasan Eran Sangbure Mayang (YESMa) menggelar diskusi tematik peningkatan kapasitas jurnalis di Café Torajans, Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (28/8/2026).
Pertemuan ini menegaskan komitmen pers lokal dalam memperkuat peran media dan keberpihakan terhadap isu-isu inklusif serta perlindungan kelompok rentan.
Diskusi yang dipandu Program Officer Inklusi-BaKTI Lenynda Tondok tersebut menghadirkan Ketua Forum Media Inklusif Tana Toraja Frederich Suselisu sebagai narasumber. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyegaran bagi para wartawan media cetak maupun siber di wilayah Tana Toraja.
Direktur YESMa Welem Salama menyampaikan, media massa memiliki peran strategis untuk menyebarluaskan capaian program inklusif serta mengedukasi masyarakat terkait isu lingkungan. Menurut dia, upaya adaptasi dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim yang ekstrem perlu diprioritaskan bagi kelompok rentan.
“Sosialisasi mengenai dampak perubahan iklim dan mitigasinya perlu terus didorong. Media menjadi jembatan penting agar kelompok rentan mendapatkan informasi dan perlindungan yang memadai,” ujar Welem.
Sementara itu, Frederich Suselisu menilai keberpihakan pers di Tana Toraja terhadap isu inklusi dan pembelaan hak-hak kelompok rentan terus menunjukkan tren positif. Namun, peningkatan kapasitas jurnalisme berperspektif gender dan inklusi tetap dibutuhkan secara berkelanjutan.
“Secara umum, peran aktif media terhadap isu inklusif di Tana Toraja makin kuat. Meski demikian, kami tetap membutuhkan pelatihan penulisan berita berperspektif inklusi yang diharapkan dapat terus difasilitasi melalui program Inklusi-BaKTI ke depan,” kata Frederich.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya penyelenggaraan kelas pelatihan penulisan berperspektif gender dan isu-isu inklusif bagi jurnalis di Tana Toraja.
(Rasid/Redaksi)













