iklan-hut-medianta

iklan-hut-medianta
iklan-hut-medianta

Bupati Welem Sampaikan Terima Kasih IG Kopi dan Titip Usulan PN serta IG Tenun ke Menteri Hukum


Bagikan:

MEDIANTANEWS

JAKARTA , — Bupati Mamasa Welem Sambolangi menemui Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas, jadi ‘ bintang tamu’ dalam program Jumat Solusi di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026. Diskusi yang dipandu moderator itu berlangsung hangat dan akrab.




Pertemuan ini mencuri perhatian publik yang menyaksikannya, kesan kedua tokoh pusat dan daerah ini terlihat sangat dekat, pesan yang disampaikan pun saling mendapat respon.

Kedatangan Welem ke Jakarta, menurutnya, bertujuan untuk menyampaikan terima kasih sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat Mamasa kepada pemerintah pusat. Hasilnya pun luar biasa karena mendapat respon positif kementrian Hukum dan acara itu jadi hidup dan bernilai panggung yang luar biasa menariknya.

Dari etalase kegiatan yang disebarluaskan melalui kanal YouTube itu juga disaksikan oleh oleh sejumlah kalangan pimpinan redadik media nasional yang sekaligus menyorot bupati Mamasa sebagai sosok humanis dengan daya tampil penuh akrab dan menguasai jalan acara yang sebenarnya diakuinya tak mengetahui proses acara itu digelar. Mamasa pun seketika jadi jadk perhatian nasional.

“Kami datang untuk menyampaikan terima kasih atas terbitnya sertifikat Indikasi Geografis Kopi Mamasa. puji Tuhan , IG ini sudah memberi dampak bagi petani kita, terimah kasih juga atas ruang panggung Jumat Solusi yang tampil live ini , kami merasa mendapat kehormatan dapat tempat yang sungguh membanggakan ini , “ ujar Welem.

Dalam acara itu Ia mencontohkan dampak tersebut terlihat saat perayaan HUT ke-80 RI 17 Agustus 2026 lalu. Pemkab Mamasa menggelar kegiatan “seruput kopi massal” dan berhasil meraih Rekor Dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI.

Dalam pertemuan tersebut, Welem juga menyampaikan dua usulan prioritas. Pertama, ia meminta agar Kementerian Hukum membantu menerbitkan Indikasi Geografis Tenun Mamasa.

“Tenun Mamasa adalah warisan budaya kami. Kami berharap dengan adanya IG, motif dan perajin kami bisa lebih terlindungi serta memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,” kata Welem.

Kedua, Welem memohon dukungan untuk percepatan pengadaan Kantor Pengadilan Negeri di Kabupaten Mamasa.

“Saat ini masyarakat Mamasa masih harus mengurus perkara ke PN Polmas. Jaraknya jauh dan memberatkan. Kami berharap pemerintah pusat dapat membantu menghadirkan PN di Mamasa agar akses keadilan lebih dekat,” jelasnya.

Merespons hal tersebut, Menteri Supratman menyampaikan apresiasinya terhadap produk unggulan Mamasa. Sebagai bentuk dukungan, ia memesan 200 buah “suke” atau cangkir bambu khas Mamasa untuk digunakan di lingkungan Kementerian Hukum.

“Sebagai apresiasi kepada Mamasa, kami pesan 200 buah suke untuk dipakai di kantor kami,” ujar Supratman.

Terkait usulan daerah, Menteri menyatakan akan membantu memproses sesuai aturan yang berlaku. Untuk IG Tenun Mamasa, ia menugaskan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat untuk segera menindaklanjuti. Sementara usulan PN akan dikaji bersama instansi terkait lainnya.

“Semua usulan dari Pak Bupati akan kami proses, termasuk kebutuhan infrastruktur penunjang lainnya di Mamasa, tentu dengan mekanisme , untuk PN itu melalui Uandang/ undang untuk Pembentukannya , tapi kita akan bantu , termasuk kebutuhan infrastruktur kita akan sampaikan bantu ke kementrian terkait, Mamasa ini sangat menarik , “ tegas Supratman.

Bupati Welem mengatakan, pesanan 200 suke dari Menteri akan segera dipenuhi dan dikirim ke Jakarta dalam waktu dekat. Menariknya pesanan itu tidak gratis tapi menteri minta untuk akan mereka bayar.

( int / fred )


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses